SURABAYA l bidik.news – Partai Golkar masih masuk menjadi parpol tiga besar di lembaga survei Indonesia versi IPO (Indonesian Political Opinion).
Adapun secara angka Survei IPO menjabarkan popularitas tertinggi dipegang oleh PDI Perjuangan 94%, Partai Gerindra 92%, Partai Golkar 92%, Partai Kebangkitan Bangsa 77,8%, Partai Amanat Nasional 71,5%, dan Partai Keadilan Sejahtera 70,2%.
Menurut politikus Golkar, Blegur Prijanggono, hasil survei tersebut bisa menjadi referensi dari kader Partai Golkar di daerah untuk terus bergerak kerja-kerja politik terlebih untuk persiapan dalam Pemilu 2029 mendatang.

“Tentunya untuk di Jawa Timur kami menargetkan agar menjadi jawara dan jumlah perolehan kursi terus bertambah. Ini menjadi poin berarti bagi seluruh kader Golkar,” ungkap pria yang juga wakil ketua DPRD Jawa Timur ini, selasa (3/6/2025).
Blegur mengungkapkan banyak cara yang harus dilakukan pengurus dan kader partai Golkar untuk mengejar target kemenangan pada Pemilu 2029.
“Meski agak lama, namun mulai sekarang harus disiapkan untuk memenuhi target tersebut. Di Golkar selalu menekan agar seluruh jajaran partai, para pengurus, caleg, dan organisasi sayap harus turun dan dekat dengan rakyat. Dengan semakin dekat dengan pemilih, agar tahu apa yang mereka rasakan, termasuk apakah mereka mau memilih Golkar atau tidak. Setelah itu dibuat pengobatan untuk mengatasi berbagai tantangan di akar rumput. Itu yang harus dilakukan mulai sekarangbukan hanya menjelang pemilu saja,” tandasnya.
Lembaga pengawasan Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei nasional terbarunya yang menyoroti tingkat popularitas partai politik serta kinerja para menteri dalam Kabinet Merah Putih. Survei bertajuk Analisa Sosial: Persepsi Publik atas Optimisme dan Kinerja Pemerintah ini melibatkan 1.200 responden dari berbagai wilayah Indonesia.
Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling (MRS) atau teknik pengambilan sampel bertingkat, dengan margin of error sebesar ±2,90 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Teknik ini dirancang untuk menjamin keterwakilan seluruh kelompok masyarakat.
Hasil survei menunjukkan bahwa PDI Perjuangan menduduki peringkat teratas dalam hal popularitas dengan 94 persen, disusul Partai Gerindra dan Partai Golkar yang sama-sama memperoleh 92 persen. Di posisi berikutnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencatat 77,8 persen, diikuti PAN 71,5 persen, dan PKS 70,2 persen.( Rofik )











