SURABAYA — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya mendapatkan 2 penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Se-Jatim dan Evaluasi Sakip OPD 2019. Penghargaan langsung diberikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Dirut RSJ Menur, Herlin Ferliana.
Kompetisi tersebut diikuti 40 SKPD, kemudian discreening menjadi 25. Herlin Ferliana mengatakan, penghargaan pertama yang didapat RSJ Menur Surabaya terkait inovasi dari Instalasi Rawat Jalan Poli Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Inovasinya bernama ‘Srikandi Jawara’ atau Screening Dini Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja.
“Bentuk inovasinya, kita bersikap aktif mencari dan mendeteksi kasus kejiwaan anak usia dini dan remaja yang mengalami gangguan. Ide ini dijalankan sudah menginjak tahun ke-2. Kita bersinergi dengan 35 sekolah dan pondok esantren di Jatim,” kata Herlin saat ditemui media diruang kerjanya, Senin (9/12/2019).
Mekanismenya, dijelaskan Herlin, siswa diberi kuisioner untuk di isi. Dan hasilnya akan dibimbing guru BP. Jika hasil kuisioner siswa dianggap perlu penanganan. Para guru dan orang tuanya harus segera mengantarkan segera siswa tersebut ke rumah sakit kami,” ujarnya memperingatkan.
Sementara penghargaan kedua, lanjut Herlin, terkait sistem akuntabilitas. Dimana tiap instansi pemerintah memiliki kinerja yang akuntabel. Dimulai dari perencanaan, penganggaran, lalu monitoring dan evaluasinya. Itu semua tersingkrong dan mampu dipertanggungjawabkan.
“Alhamdulillah dari tahun kemarin dengan mendapat rangking A, RSJ Menur Surabaya masih bertengger di peringkat 5 dari semua 70’an SKPD di Jatim,” katanya.
Kedepan, lanjut Herlin, untuk lebih meningkatkan prestasi RSJ Menur. Pihaknya memiliki 22 inovasi dari 17 poli Instalasi. “Yang akan kita unggulkan adalah inovasi dari Instalasi Napza, yaitu ‘Lentera Istana’,” pungkas Herlin.











