BANYUWANGI | BIDIK.NEWS – Guna menyongsong event kejuaraan, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Banyuwangi dan Denpasar menggelar sparring partner (latih tanding).
Bagi FORKI Banyuwangi, latih tanding ini sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim 2022, sedangkan FORKI Denpasar menyiapkan para atletnya yang akan berlaga di Porprov Bali.
Kegiatan latih tanding ini, digelar di Lorong Bambu Gesibu Blambangan Banyuwangi, Minggu (28/8/2022).
Di perhelatan Popda Jatim 2022 bulan November nanti, FORKI Banyuwangi akan menurunkan atlet karate Puslatkab (Pemusatan Pelatihan Kabupaten) yang didominasi para atlet muda.
Pembina Puslatkab FORKI Banyuwangi, Ir. Basuki Rachmad mengatakan, latih tanding ini sangat penting untuk mengasah kemampuan para atlet dalam menyongsong event kejuaraan dalam waktu dekat ini.
Basuki pun merasa terhormat atas kunjungan dan tawaran latih tanding (Try Out) dari FORKI Denpasar.
“Ini sebagai kehormatan bagi kami, karena Tim Porprov FORKI Denpasar memilih kami sebagai lawan latih tanding,” kata Basuki.
Ketua Pengcab INKAI Banyuwangi ini, merasa cukup puas atas semangat tanding yang ditunjukkan para atlet binaannya. Meski para atlet karate Puslatkab Popda Jatim FORKI Banyuwangi termasuk kelas kadet dan junior, tetapi masih mampu mengimbangi Tim Porprov FORKI Denpasar yang rata-rata kelas under hingga senior.

“Meski bukan levelnya (umur yang jauh beda), atlet kami masih mampu mengimbangi. Tadi juga ada yang menang,” ungkapnya.
Pelatih Kepala Forki Banyuwangi, Firda Dian Pramana menyampaikan, FORKI Denpasar memilih FORKI Banyuwangi sebagai lawan latih tanding, karena atas torehan prestasi para atlet FORKI Banyuwangi.
“Mereka melihat pembibitan – pembibitan yang dicetak Puslatkab FORKI Banyuwangi berhasil meraih prestasi, sehingga mereka mengajukan undangan try out,” ujar Firda.
Menurutnya, atlet karate FORKI Banyuwangi yang diturunkan paling tua berumur 17 tahun. Sedangkan FORKI Denpasar menurunkan atlet berusia 18 – 25 tahun.
“Menurut saya hasil latih tanding imbang. Karena segi umur jauh beda,” ujar Firda.
Target utama FORKI Banyuwangi, kata Firda, adalah menjuarai Kejurprov Magetan. Karena hasil kejuaraan tersebut akan dibawa ke ajang Kejurnas Padang, Sumatera Barat.
Firda sendiri merupakan Atlet Karate Senior Banyuwangi dengan segudang prestasi. Dia dipercaya sebagai Kepala Pelatih FORKI Banyuwangi sejak 10 bulan terakhir.
Meski begitu, Firda mampu menggembleng para juniornya ini mendulang berbagai prestasi di berbagai event kejuaraan karate.
Sementara itu, Margono pelatih sekaligus manager FORKI Denpasar mengucapkan terimakasih kepada FORKI Banyuwangi yang telah menyambut timnya dengan baik, dan juga telah bersedia menjadi lawan latih tanding.
Ia pun memuji kemampuan para atlet karate FORKI Banyuwangi dalam latihan bersama tersebut. Meskipun masih muda, tetapi telah memiliki kecepatan dan teknik karate yang cukup mumpuni.
“Menurut saya, proyeksi atlet karate Banyuwangi sangat cerah sekali. Terutama di kelas kumite, sangat luar biasa. Atlet-atlet yang masih muda (pelajar SMP dan SMA), setahun dua tahun lagi ada kejuaraan Popda pasti juara umum,” puji Margono.(nng)











