SURABAYA | bidik.news – Puluhan mahasiswa dan dosen asing dari 9 negara, yakni Filipina, China, Jepang, Thailand, Malaysia, Kanada, Vietnam, Pakistan dan Kamboja terlihat bersemangat mengikuti kegiatan Community and Technological Camp (CommTECH) Highlight 2025 di YPPI Schools Jl. Sutorejo Utara, Surabaya, Senin (8/9/2025).
Kegiatan hasil kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan YPPI Schools ini menjadi ajang pertukaran budaya lintas bangsa. Acara dibuka dengan Tari Remo, tarian penyambutan khas Jawa Timur oleh siswa SD YPPI-IV. Gerakan penuh energi dan busana tradisional memikat perhatian tamu asing.
Selanjutnya, para peserta diajak mempelajari alat musik tradisional Jawa, yakni gamelan dan angklung Sunda. Mereka mencoba memainkan nada secara kompak hingga tercipta harmoni sederhana yang menimbulkan gelak tawa.
Keseruan berlanjut di dapur saat mereka membuat jajanan klepon. Mahasiswa asing belajar menggulung adonan, merebus hingga matang, lalu menikmati hasil buatan mereka bersama siswa YPPI. Suasana semakin akrab ketika mereka bermain permainan tradisional seperti engkle, dakon, bekel, hingga lompat tali.
Selain interaksi langsung, peserta juga menikmati penampilan seni siswa YPPI, mulai dari pianika anak-anak preschool, Tari Kendang oleh siswa SD YPPI-V, hingga Tari Jaranan dari siswa SMP YPPI-3.
Kepala Divisi Operasional YPPI Schools, Pujiati, menegaskan pentingnya pengalaman nyata dalam memahami budaya. “Kami berharap budaya Indonesia bisa dikenang oleh para peserta. Memahami budaya tidak cukup dari buku, tetapi harus dirasakan dan dialami langsung,” ujarnya.
Kepala SMP YPPI 3, Roni Poerwantoro menambahkan, tahun ini acara terasa istimewa karena diikuti 34 peserta, termasuk tl7 profesor. “CommTECH ini sebenarnya wadah pengenalan teknologi dari ITS, tapi di dalamnya ada program budaya. Kerja sama dengan YPPI sudah berjalan sejak 2014. Setelah sempat vakum, kini hadir lagi dengan nuansa berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD YPPI-IV, Wina Ayu Trisnawati, mengenalkan teh bunga telang sebagai minuman penyambutan khas sekolah sesuai motto Ecological Awareness.
“Mahasiswa asing saja mau belajar budaya kita. Kenapa kita tidak berusaha mempertahankan dan mengembangkannya lebih baik?,” tuturnya.
Acara ini menegaskan peran YPPI Schools bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga jembatan budaya yang menghubungkan Indonesia dengan dunia.











