SURABAYA | BIDIK – Managemen PT. PLN (Persero) Disjatim minta agar Serikat Pekerja (SP) untuk selalu tetap kompak dalam mendukung upaya peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Jatim. Dukungan para pekerja ini diyakini akan membantu mempermudah realisasi target peningkatan rasio elektrifikasi dari 90 persen menjadi 92,6 persen pada akhir 2017.
Hal tersebut dilontarkan GM PT. PLN (Persero) Disjatim, Dwi Kusnanto disela HUT SP PLN ke-18, Rabu (23/8/2017). Dijelaskannya, upaya melistriki seluruh daerah di wilayahnya mulai menghadapi banyak kendala karena kondisi daerah. “Merealisir target tiga persen itu tidak mudah, tapi dengan dukungan SDM para pekerja PLN, kami optimis semuanya akan terealisir,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Dwi, daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN tinggal yang berada di posisi sulit, seperti Kepulauan di Madura, Bondowoso dan Jember. Kondisi ini memaksa PLN untuk menyediakan pembangkit yang terpisah dari sistem yang ada.
Selain soal elektrifikasi, pihaknya juga mengingatkan tantangan yang sedang dihadapi. Ibarat sepasang suami istri, kedua belah pihak dituntut untuk terus bahu membahu agar slogan PLN ‘eksis for ever’ akan tetap terwujud.
Sementara Ketua DPD SP PLN Disjatim, Sulistiyono mengakui, hubungan suami istri antara managemen dengan pekerja memang tidak selalu mulus. “Tapi kami sepakat untuk selalu menciptakan suasana kondusif,” ujarnya.
Pihaknya juga mengingatkan seluruh perwakilan SP PLN yang hadir kemarin, tentang kondisi sumber energi berbasis fosil yang berpotensi akan habis kalau terus digunakan.
Para SP di PLN Jatim yang berjumlah 1.500 orang diminta untuk ikut membantu mencarikan solusi terkait sumber energi baru untuk memenuhi kebutuhan pembangkit tersebut. “Saat ini ada banyak sumber energi yang potensial untuk manfaatkan mulai dari angin, sampah, air dan sebagainya. Itu bisa dimanfaatkan,” pungkas Sulistiyono. (hari)




