JAKARTA | BIDIK – Berkaitan dengan rapat di Kantor Staf Presiden (KSP) pada 12 April 2017, Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Rizkan Chandra mengatakan, Semen Indonesia menghormati hasil keputusan rapat tersebut.
“Juga karena hanya tinggal masalah penambangan di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Semen Indonesia akan segera memulai kegiatan produksi di Rembang. Ditargetkan dalam semester I ini sudah mulai memasuki operasi komersial,” ucap Rizkan dalam rilisnya, Jumat (14/4/2017).
Terkait kajian Tim KLHS, Semen Indonesia mendukung untuk dilakukan kajian lanjutan yang lebih ilmiah, termasuk batasan fisiografi zona Kendeng, zona Randublatung, dan zona Rembang. Demikian juga kesesuaian antara desk study (berdasarkan data-data skunder) dengan fakta-fakta di lapangan, termasuk fakta dampak lingkungan terhadap kegiatan penambangan di CAT-CAT lain di seluruh Indonesia yang telah ditambang selama puluhan tahun.
“Saya sarankan agar menambah 2-3 pakar geologi karst dalam Tim KLHS. Karena ciri-ciri karst (baik eksokarst maupun endokarst) dan keberlangsungan ketersediaan air tanah menjadi kunci utama dalam kajian lanjutan ini,” jelasnya.
Hingga saat ini, Pabrik Semen Rembang telah memenuhi sekitar 35 perijinan dan selalu mematuhi semua aturan dan regulasi terkait yang berlaku dan sudah siap beroperasi.
Dan telah dijelaskan dalam rapat tersebut di atas, bahwa Pabrik Rembang tetap dapat beroperasi dengan menggunakan bahan baku tersedia sampai ada keputusan tentang kegiatan penambangan. (hari)










