GRESIK I bidik.news – Dalam rangka memperingat Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke – 63, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik gelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Ada beberapa pertandingan yang dilombakan, diantaranya pertandingan futsal pakai sarung, badminton, catur, memasak nasi goreng dan fotografi.
Ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Kajari Gresik bersama para kepala seksi, acara Porseni peringanan HBA ke -63 dimulai pada Jumat (14/07/2023).
Pertandingan futsal salah satu lomba yang meriah. Pasalnya, para peserta wajib memakai sarung baik pemain laki-laki maupun wanita. Tidak hanya, Kejari Gresik juga mengajak para wartawan yang tugas di Gresik untuk mengikuti lomba.
Pertandingan kali pertama, eksebisi mempertemukan tim kejari melawan para jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Komunitas Wartawan Gresik (KWG). Tim Kejaksaan Negeri Gresik diperkuat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dan para kepala seksi (Kasi). Pertandingan dua kali 5 menit dengan skor 2:3 untuk kemenangan wartawan.
Pertandingan Tim Kejari Gresik vs Wartawan ini seru. Penuh gelak tawa. Sebab, pemain memakai sarung. Ketika pemain sedang menggiring bola tiba-tiba gulung kuming karena keserimpet sarung. Beberapa pemain juga sarungnya melorot. Untung pakai celana panjang.
Eksebisi kedua, adalah kaum hawa antara ibu-ibu tergabung dalam Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) melawan petugas pelayanan, Pelayanan Tunggal Satu Pintu (PTSP) Kejari Gresik. Pemain juga harus memakai sarung. Teriakan historis dan gelak tawa penonton seakan tak pernah berhenti selama dua kali 3 menit. Pemain terlihat fresh. Penonton pun riang.
Kajari Gresik Nana Riyana mengatakan, pertandingan ini bertujuan mempererat hubungan antarpegawai kejaksaan dan wartawan di Kabupaten Gresik. Apalagi ini bertepatan dengan menjelang Hari Bhakti Adhyaksa merupakan momentum yang sakral.
“Alhamdulillah bener-bener happy. Semoga dengan adanya pertandingan ini memperat hubungan kami dengan para wartawan,” kata Nana Riyana.
Terkait futsal memakai sarung, Nana Riyana mengaku kesulitan mengiring bola dengan memakai sarung. Namun, karena pertandingan ini merupakan hiburan semata. Yang menang gembira, yang kalah tetap tersenyum senang.
” Ini memang seninya, main futsal memakai sarung. Sensasi berbeda. Larinya tidak bebas. Ketika nendang terhalang dengan sarung. Tapi seru karena senang-senang aja kan,” katanya. (him)











