BIDIK NEWS | GRESIK. Tugas negara yang diemban oleh pengawas pemilu di tingkat desa / kelurahan sangatlah berat, selain honor yang tidak mencapai UMR, sementara berbagai kegiatan kepengawasan mesti di lakukan dengan tepat waktu , bahkan kadang mesti bekerja di saat jam istirahat, demikian disampaikan Aang Khunaefi salah seorang dari Bawaslu Propinsi Jawa Timur , saat pertemuan pengawas desa / kelurahan se Kabupaten Gresik di kawasan GKB , Jumat malam (21/4).
” Saya bangga punya pengawas desa/ kelurahan yang tetap solid dan punya integritas tinggi seperti di Kabupaten Gresik, meski berjarak sekitar 50 KM dari pusat kegiatan namun tetap antusias hadir dan mengikuti kegiatan , harapan kami pengawas desa/ kelurahan tidak ada yang tergoda dengan iming iming dari mana pun sehingga melanggar ketentuan , apalagi sudah dilantik sebagai pengawas pemilu hingga pemilu legislatif tahun depan,” jelasnya di depan pengawas pemilu se kabupaten.
Selain mendengarkan orasi dari komisioner panwas kabupaten, juga penampilan / atraksi juga di gelar, seperti koreografi yang menampilkan tulisan Bawaslu yang di ikuti oleh seluruh pengawas desa/ kelurahan dan sekretariat kecamatan, juga beberapa kecamatan yang menampilkan atraksi tersendiri, seperti: drum band, musik patrol, parodi,
Sementara dari Kecamatan Kebomas seluruh pengawas pemilu berkumpul di kantor kecamatan, selanjutnya konvoy / ber iringan menuju kantor panwaskab memakai motor dan sepeda roda tiga, tak pelak masyarakat sepanjang jalan raya atau yang kebetulan berpapasan melihat dengan senang dan takjub, pasalnya konvoy ini teratur, patuh berlalu lintas, dan tidak mengganggu pamakai jalan yang lain.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut utusan dari Kesbangpol Kabupaten Gresik, Dandim Gresik di wakili Dan Unit Intel, Kapolres Gresik di wakili Kasat Reskrim, dan masyarakat luas yang menonton pertunjukan secara gratis. ( ali)
Text foto: Konvoy panwas kebomas yang tertib di jalan










