BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Diduga belum mengantongi ijin pemanfaatan air bawah tanah, sejumlah ruangan atau gudang hotel berbintang di Banyuwangi dipasang Police Line (Garis Polisi).
Info yang diterima BIDIK dilapangan, beberapa waktu lalu Hotel berbintang di Banyuwangi didatangi Polisi, menanyakan terkait ijin pemanfaatan air bawah tanah. Sejumlah Hotel tersebut diantaranya Hotel AST, DLG, HRV, dan ILR.
Namun, meskipun sejumlah wartawan telah memiliki foto Police Line salah satu Hotel berbintang tersebut, sejumlah pihak Managemen Hotel tersebut saat dikonfirmasi justru sempat mengelak dan mengaku tidak pernah dipasang Police Line.
Salah satu staf Hotel DLG, MK saat ditemui wartawan mengaku tidak mengetahui dan tidak berani berkomentar.
“Tunggu ya mas saya bilang ke pimpinan,” ujar MK.
Setelah beberapa saat, MK kembali menyampaikan bahwa pimpinan sedang meeting, dan mengatakan di Hotel DLG tidak pernah dipasang Police Line.
Terpisah, Director of Sales Marketing Hotel AST, I Gede Apriantha membenarkan adanya kabar tersebut. Meskipun sempat mengelak, dia mengaku pemasangan Police Line tersebut terkait pengurusan ijin pemanfaatan air bawah tanah yang masih dalam proses.
“Pemasangan police line itu nggak lama, hanya kurang lebih lima hari saja kalau tidak salah. Police Line dibuka oleh petugas karena waktu itu proses perijinan kami selesai,” ungkap I Gede.
Sementara, Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP. Panji Pratistha Wijaya saat di konfirmasi via pesan Whatsapp membenarkan terkait adanya pemasangan police line. Namun dia mengaku jika pemasangan police line tersebut hanya dilakukan di Hotel AST saja.
“Kalau di AST iya, karena pada saat tim cek lokasi, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan dokumen terkait, karena bagian legal tidak di tempat, sehingga tim melakukan police line untuk status quo dalam rangka penyelidikan,” ujar AKP. Panji.
Ditambahkannya, setelah pihak Hotel AST klarifikasi ke kantor, bahwa ada dokumen pendukungnya, police line segera dicabut kembali oleh petugas.
Sedangkan terkait hotel lainnya, Kasatreskrim mengaku tidak ada, bahkan malah balik bertanya terkait info tersebut.
“Kalau yang lain maksudnya yang mana, karena setahu saya tidak ada, sumbernya dari siapa?” tanya Kasatreskrim diakhir pesan Whatsappnya.(nng)











