SURABAYA — Nama Dr Ir Jamhadi, MBA, tak asing lagi di kalangan pengusaha, akademisi, pemerintah, dan komunitas di Jatim. Peraih doktor Ilmu Ekonomi Untag 45 Surabaya ini kerap menjadi narasumber dan keynote speaker di beberapa seminar, workshop, atau business forum di dalam maupun di luar negeri.
Jamhadi pernah memimpin Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya 2 periode, yaitu 2009-2014 dan 2015 – 2019. Beberapa jabatan di organisasi atau lembaga Pemerintah disandangnya. Seperti Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag 45 Surabaya, Co Founder Surabaya Creative City Forum (SCCF), Dewan Pembina Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jatim, pengurus Gapensi, Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI), dan sejumlah organisasi lain.
Di dunia bisnis, Jamhadi saat ini menjabat CEO PT. Tata Bumi Raya, Komisaris Utama PT. Surya Bangun Indah, Komisaris Utama PT. Masterindo Consultant, dan beberapa perusahaan lain. Jamhadi juga pernah menjadi staf ahli Wali Kota Surabaya Bambang DH dan Dewan Pengawas PDAM Surya Sembada. Serta Senior Business Officer East Java Global Economic Service yang mendapat SK dari mantan Gubernur Jatim Soekarwo.
Kini Jamhadi ingin mengabdikan diri maju sebagai calon Ketua Umum KADIN Jatim periode 2020-2025 melanjutkan keberhasilan La Nyalla Mahmud Mattaliti, dalam Musyawarah Provinsi (MUSPROV) VII KADIN Jatim, 18 Desember 2019 mendatang di Shangri La Hotel Surabaya.
“Insya Alloh saya akan meningkatkan koordinasi peran KADIN kabupaten/kota agar ikut mengelola potensi ekonomi kabupaten/kota demi kesuksesan dan kesejahteraan bersama. Potensi alam yang melimpah dan masyarakat Jatim yang ramah serta produktif bisa menjadikan kinerja Jatim nomor 1 di Indonesia dan dunia,” ujar Jamhadi baru-baru ini.
Dalam mengoptimalkan potensi tersebut, Jamhadi akan menggandeng unsur ABCG (akademisi, bisnis, community, government). Tentu bersama KADIN kabupaten/kota se-Jatim dan pengurus KADIN Jatim.
“Jika saya diberi amanah jadi Ketua Umum KADIN Jatim, akan lebih mengoptimalkan potensi Jatim, utamanya bidang usaha TTI (Trade, Tourism, Investment). Kami harus dekat dengan semua unsur ABCG dalam mencapai tujuan tersebut Serta meningkatkan kerjasama dengan Konjen luar negeri yang ada di Jatim,” ujar Jamhadi yang diberi amanah La Nyalla sebagai Tim Ahli Kadin Jatim dan Direktur Kadin Institute.
Selain meningkatkan sektor TTI, Jamhadi juga mendorong lembaga pembiayaan agar lebih mudah menyalurkan modal usaha kepada pelaku UMKM dan startup di bawah binaan KADIN.
“Kami bertemu beberapa pengusaha dari Bank Maspion, PT Pertamina melalui dana PKBL, dan BUMN lainnya. Tak lepas juga KUR dari BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Jatim, BTN, crowd funding, serta perbankan lainnya. Ada lagi permodalan usaha melalui Go Public IPO bagi UKM,” ujar Jamhadi.
Dengan dukungan modal dan dibekali manajemen, Jamhadi yakin, ekonomi kreatif dan UMKM di Jatim bisa naik kelas. Ditambah, program communal branding untuk meningkatkan daya saing.
“Semua anggota masyarakat dan pengusaha yang menjadi anggota KADIN akan mendapat manfaat dari kita dan saling memberikan manfaat diantara kita. Sehingga perdagangan, wisata, dan investasi meningkat, industri berjalan dengan baik, lapangan kerja dan lapangan usaha terbuka luas di seluruh pelosok Jatim bersama Kadin kabupaten/kota se-Jatim dengan asosiasi seluruh pengusahanya,” jelasnya.
“Productivity Center harus dilaksanakan agar peningkatan upah setiap tahunnya menjadikan semangat untuk meningkatkan daya saing bersama,” kata Jamhadi.
Dalam mencalonkan Ketua Kadin Jatim, Jamhadi memiliki visi misi dan program kerja.
Untuk visi, Jamhadi ingin mewujudkan dunia usaha yang kuat, produktivitas meningkat, maju dan berdaya saing global, serta sejahtera bersama.
Sedang misi, Jamhadi ingin membangun SDM unggul yang produktif untuk mendukung industri yang berdaya saing di era globalisasi dan industrialisasi 4.0 serta pemanfaatan Internet of Things (IoT), bahkan menuju industry 5.0. Mewujudkan komunal branding untuk meningkatkan peran serta masyarakat luas ke dalam dunia industri dan produksi yang lebih tangguh.
“Kami juga akan meningkatkan kemitraan KADIN Jatim bersama quatro helix (akademisi, bisnis, komunitas, Pemerintah). Meningkatkan peran dan fungsi organisasi. Serta menumbuhkembangkan aktifitas usaha melalui peningkatan entrepeneur,” tegasnya.
Program Kerja
Menginisiasi Raperda, Perda ekonomi kreatif,
menyiapkan outlook ekonomi ke Pemerintah Kota/Kabupaten minimal setiap tahun sekali, UMKM naik kelas dengan communal branding,
pameran tematik 1 tahu penuh setiap bulan dengan tema berbeda, kepemimpinan sistem delegasi sehingga para Wakil Ketua Umum adalah ketua yang sesungguhnya di bidangnya masing-masing.
Pemberdayaan peran KADIN kab/kota se-Jatim ditingkatkan dengan kerjasama quatro helix (ABCG). Terdiri dari Akademisi, Bisnis, Community, Government. Dengan demikian, KADIN kabupaten/kota diperlukan keberadaannya, melakukan Sister KADIN, baik nasional maupun global.
Mendirikan Klinik Bisnis, yaitu yang tidak mengerti bisnis bisa mendirikan perusahaan.
Meningkatkan strata perusahaan mikro kecil menengah besar sampai global, dan seterusnya. Sebagai solusi bisnis dalam setiap permasalahan yang ada.
Bekerjasama dengan Badan Arbitrase Nasional (BANI) dan KADIN Institute, menyediakan panduan ekspor dan riset pasar, membuat neraca barang, neraca tenaga kerja, neraca produk, dalam menghitung demand and supply.
Menyiapkan direktori produk, memiliki marketplace, menyiapkan co-working space,
menghadirkan smart city, smart village, dan creative city, creative village, melaksanakan One Village One Product (OVOP) One Pesantren One Product (OPOP), mengakses pasar barang dan jasa serta keuangan termasuk crowdfunding (urun dana), bursa efek, bank konvensional, bank syariah, BI, OJK, Keuangan global, Kedubes, WTO, dll.
Sebagai Ketua Umum KADIN Jatim, berkolaborasi bersama Bupati/Wali Kota/ Gubernur untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada pengusaha menjadi anggota KADIN yang saling memberi manfaat untuk meningkatkan outcome. Serta meningkatkan peran CSR secara efektif.










