BANYUWANGI – Tim Satgas gabungan penanggulangan korban bencana alam banjir di Banyuwangi berjibaku menyelamatkan lima keluarga korban banjir.
Lima keluarga tersebut dievakuasi petugas yang terdiri dari anggota Polresta Banyuwangi, TNI AD dan AL, Basarnas, BPDB serta instansi terkait dengan menggunakan sejumlah parahu boot karet.
Mereka masing-masing melaksanakan evakuasi terhadap korban yang pingsan dan terapung, diantaranya bapak-bapak dan ibu-ibu, ada juga ibu hamil yang akan melahirkan saat bencana banjir tersebut.
Setelah para korban tersebut berhasil dievakuasi ke tempat yang aman, korban langsung dibawa Posko penanggulangan bencana guna dilakukan tindakan darurat, kemudian dirujuk ke Puskemas terdekat dengan menggunakan kendaraan ambulan agar mendapatkan tindakan lebih lanjut.
Kejadian tersebut merupakan kegiatan Simulasi Penanggulangan Korban Banjir yang digelar Polresta Banyuwangi di lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Senin (06/01/2020).
“Dalam silmulasi penanggulangan bencana alam banjir ini, alokasinya menggenangi satu Kecamatan, dan ada lima keluarga yang diselamatkan oleh Satgas gabungan,” kata Kaporesta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin kepada wartawan.
Menurutnya, kegiatan simulasi tersebut bertujuan untuk kesiapsiagaan setiap unsur terkait dalam menanggulangi bencana banjir yang sewaktu waktu terjadi, mengingat cuaca ekstrem yang akhir akhir ini melanda di seluruh wilayah Indonesia.

“Dalam simulasi ini kita bisa mensinergikan dan mengkoordinasikan setiap unsur terkait, baik dari TNI, Polri, Pemerintah daerah, Tagana, Basarnas hingga kelompok masyarakat dalam memberikan pertolongan kepada korban banjir,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga mengimbau kepada masyarakat Banyuwangi khususnya masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan rawan banjir untuk selalu waspada. Dirinya meminta kepada masyarakat untuk segera mengungsi jika air banjir masuk dan menggenangi rumahnya.
“Kepada masyarakat tolong diperhatikan, apabila terjadi banjir langkah pertama matikan sekring listrik, amankan barang atau dokumen penting, tutup rumah, bawa barang-barang seperlunya, dan kemudian menuju ke tempat yang aman,” tegasnya.
Selain itu, imbuh Kapolresta, masyarakat korban banjir agar cepat menghubungi pihak pihak terkait untuk memberikan informasi dan meminta bantuan evakuasi. Sehingga, tim satgas bencana tanggap darurat dapat memberikan bantuan secepatnya dengan mengevakuasi korban bencana banjir di wilayah yang bebas banjir.
Sementara, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf. Yuli Eko Purwanto menambahkan, selain mensinergikan unsur terkait, kegiatan simulasi ini digunakan sebagai latihan, yaitu melatih keterampilan personil tim satgas tanggap darurat bencana itu sendiri dalam menghadapi situasi bencana banjir nantinya.

“Harapannya, unsur terkait dapat bersinergi dan tahu apa yang harus dilakukan dilapangan. Jadi tidak terjadi miskomunikasi dan mementingkan instansinya sendiri,” tutur Dandim.
Dandim berencana, dilain waktu dan kesempatan nanti, pihaknya ingin menggelar simulasi tanggap darurat bencana yang lain yakni tanah longsor, gempa bumi dan lainnya. Hal itu mengingat Banyuwangi juga memiliki daerah pegunungan yang berpotensi terjadi bencana longsor.










