BIDIK NEWS | SURABAYA – Pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan JT 610 yang dipastikan jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi tercantum dalam manifest satu korban jiwa warga Surabaya.
Identitas Korban bernama Derly Fida Febrianto (22) warga Simo pomahan baru 67 Rt/Rw : 05/05, Kel. Simomulyo baru, Kec. Sukomanunggal.
Duka yang dirasakan keluarga itu diceritakan, Ayah korban bernama Didik Setyawan mengatakan, Anak Saya Derly (korban), berangkat dari surabaya tanggal 17 oktober ke jakarta dan mau berangkat ke pangkal pinang sekitar jam 05.00 wib.
“Anak saya sempat menghubungi, dia bilang masih menyiapkan berkas foto copy dan bubu-bukunya sebelum naik pesawat Air Aia JT 610 Jurusan jakarta – Pangka Pinang,” Ujar orang tua korban, Didik Setyawan, Senin (29/10).
Lanjut Didik, Sejam kemudian, saya menayakan kabar sudah sampai mana, namun saat dihubungi sudah tidak bisa.
“kemudian pihak dari pemerintah dari Linmas dan kelurahan datang mengabarkan bahwa pesawat yang ditumpangi Derly telah jatuh,” Imbuhnya.
Sementara itu, Istri korban Lutfiani eka putri (23) menjelaskan sebelum pesawatnya terjatuh.
“Sekitar pukul 06.02 WIB, Mas Deryl sempat ngasih kabar dan ngirim foto, terlihat suami saya duduk diatas kabin pesawat Lion Air JT 610,” Kata Istrinya
Lutfiani eka putri.
Sehari sebelum kejadian, saya juga sempat bermimpi mau dipamiti kerja dan diciumi suami saya dengan penuh kasih sayang sambil membisiki telinga ku.
“Jaga diri kamu syang, Mas berangkat kerja doakan saya sambil mencium pipi kiri dan kanan,” Ungkap Lutfiana dengan mata yang penuh air mata itu.
Harapan semua keluarganya, jenazah Deryl Fida febrianto segera ditemukan oleh Basarnas, karena saat ini pihak keluarga terus menunggu kabar dari pihak Lion Air.
Pihak orang tua korban berencana akan berangkat ke jakarta untuk mencari kejelasan atas nasib anaknya itu.
“Malam ini saya akan berangkat ke Jakarta, untuk mencari kejelasan nasib anak saya agar cepat ditemukan jenazahnya,” tutupnya.










