SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2020 (RUPST TB 2020), di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim, Senin 3 Mei 2021.
Pada RUPST TB 2020 ini, hadir secara langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pemegang Saham Pengendali.
RUPST TB 2020 kali ini, sama seperti RUPS tahun sebelumnya, dilaksanakan masih di tengah pandemi Covid-19. Namun sebagaimana, Bank Jatim telah menyiapkan berbagai skenario dan protokol kesehatan untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, demi kelancaran dan kenyamanan bagi para pemegang saham yang ingin mengikuti jalannya RUPS.
Bagi para pemegang saham yang menghadiri kegiatan RUPS wajib memenuhi prosedur kesehatan yang ditetapkan, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Dan juga, demi alasan kesehatan, Bank Jatim tak menyediakan makanan/minuman, serta tak menyediakan cinderamata kepada para pemegang saham yang telah hadir secara langsung.
Dalam pelaksanaan RUPST TB 2020 ini, terdapat beberapa skenario kegiatan. Yakni, bagi para pemegang saham dapat memberikan kuasa kepada biro administrasi efek tanpa mengurangi hak pemegang saham untuk hadir. Dan, bagi para pemegang saham yang ingin mengikuti jalannya RUPS tanpa hadir secara langsung dapat menyaksikan pelaksanaan RUPS melalui live streaming.
Sedangkan untuk agenda RUPST TB 2020 ini, di antaranya. Yang pertama, adanya persetujuan laporan tahunan perseroan mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2020, termasuk laporan pelaksanaan tugas pengawasan dewan komisaris selama tahun buku 2020 dan pengesahan laporan keuangan perseroan tahun buku 2020.
Yang kedua, penetapan penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2020, termasuk pemberian bonus bagi pegawai serta tantiem dan remunerasi untuk direksi dan dewan komisaris.
Dan yang ketiga, memberikan kuasa kepada dewan komisaris untuk menunjuk kantor akuntan publik dalam mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2021, di antaranya perubahan anggaran dasar, melakukan aksi korporasi terkait anak perusahaan yakni pendirian perusahaan efek daerah (mata acara kelima masih memerlukan kajian lebih lanjut dan menyesuaikan skala prioritas perseroan ke depan.
Atas tersebut belum dapat dibahas serta diputus lebih lanjut pada rapat ini), dan perubahan susunan pengurus perseroan. Dengan selesainya penyusunan laporan tahunan Bank Jatim Tahun Buku 2020 tersebut, sehingga dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan pada RUPS.
Di samping itu, kantor akuntan publik juga telah menyelesaikan laporan keuangan audited tahun buku 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terimakasih atas support Bank Jatim terhadap penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM). “Kedepan kami ingin tetap fokus untuk bisa memberikan pendampingan UMKM dan memberikan pembiayaan serta penguatan UMKM agar dapat menembus market dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah juga memberikan apresiasi terhadap digitalisasi sistem yang telah dilakukan Bank Jatim. Sehingga menjadi catatan penting sebagai bagian dari perluasan digitalisasi sistem yang harus dilakukan dan diadaptasi oleh seluruh lembaga keuangan di Indonesia.
Sementara itu, dalam laporannya, Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menyampaikan, kinerja keuangan Bank Jatim Tahun Buku 2020 yang menunjukkan performa bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY).
Jika dibandingkan dengan kinerja industri perbankan secara nasional dan regional Jawa Timur, pertumbuhan kinerja Bank Jatim berada di atas pertumbuhan rata rata. “Berdasarkan kinerja Desember 2020, aset Bank Jatim tercatat Rp 83,62 triliun atau tumbuh 8,94 %, dan laba bersih Bank Jatim tercatat Rp 1,49 triliun atau tumbuh 8,13 % (YoY). Selama tahun buku 2020, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 13,08 % (YoY), yaitu sebesar Rp 68,47 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut menunjukkan, bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat,” terangnya.
Sedangkan dari sisi pembiayaan, kali ini Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, meskipun di tengah-tengah pandemi, yaitu tumbuh 8,16 % (YoY) atau sebesar Rp 41,48 triliun. “Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi, yaitu sebesar Rp 24,35 triliun atau tumbuh 5,42 % (YoY). Diikuti oleh kredit komersial sebesar Rp 10,33 triliun atau tumbuh 11,95 % dan kredit di sektor UMKM sebesar Rp 6,80 triliun atau tumbuh 12,86 %,” jelasnya.
Untuk komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Desember 2020, antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,77 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,55 %, dan Return On Asset (ROA) 1,95 %. Sementara Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 77,76 %.
Selama tahun buku 2020, Bank Jatim telah dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kepercayaan tersebut merupakan peluang dan salah satu instrumen Bank Jatim yang harus dimaksimalkan oleh Bank Jatim untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mendorong pemulihan ekonomi di Jawa Timur, khususnya di tengah pandemi,” tuturnya.
Secara teknis, mekanisme penyaluran dana PEN tersebut dilakukan dengan dua pola, yaitu direct loan dan two step loan yang disalurkan pada sektor UMKM, konsumsi, dan korporasi.
Busrul pun menyampaikan, bahwa Bank Jatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia serta stake holder sudah melakukan langkah konkrit dalam pemulihan ekonomi dengan menyalurkan dana PEN di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. “Hingga 31 Desember 2020, Bank Jatim telah berhasil menyalurkan dana PEN kepada 72.499 debitur dengan nominal sebesar Rp 6,86 triliun dan berhasil mencatatkan pencapaian 171,58 % dari target nominal yang ditentukan,” ucapnya.
Pada RUPST TB 2020 ini, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 48,85 per lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya, yaitu sebesar
Rp 48,20 per lembar saham. Secara keseluruhan, total dividen yang dibagi kepada pemegang saham adalah sebesar Rp 733.507.081.305,70 atau sebesar 49,26 % dari laba bersih tahun buku 2020. “Pembagian dividen yang selalu meningkat setiap tahunnya menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakat dalam berinvestasi,” sambung Busrul.
Pada RUPST TB 2020 kali ini, terdapat perubahan pengurus, Bank Jatim memberhentikan dengan hormat anggota dewan komisaris yang berakhir masa jabatannya, yaitu Komisaris Utama Akhmad Sukardi, Komisaris Budi Setiawan, Komisaris Independen Candra Fajri Ananda, dan Komisaris Independen Rudi Purwono.
Selain itu, pada rapat juga menyetujui untuk mengangkat kembali Candra Fajri Ananda sebagai Komisaris Independen. Sehingga susunan Dewan Komisaris Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS TB 2020 adalah sebagai berikut, Komisaris Independen Muhammad Mas’ud, Komisaris Independen Candra Fajri Ananda, dan Komisaris Heru Tjahjono.











