GRESIK–Menggeluti dunia bisnis busana terutama busana muslim, tentunya mesti pandai dan jitu dalam memasuki situasi macam apapun, dan harus tetap istiqomah, demikian disampaikan pemilik Java Moslem Fashion Riris Ghofir. Minggu (27/9).
” Ketika awal Maret 2020 diberlakukan PSBB, dan toko busana oleh pemerintah diminta tutup, kami pun patuh dengan tidak membuka gerai kami, bahkan 3 toko di beberapa mall di Surabaya juga mengalami hal serupa,” tutur Riris .
Lebih lanjut dikatakan, dengan mempekerjakan sekitar 50 orang yang rata rata adalah tulang punggung keluarga, juga termasuk menghadapi lebaran Idul Fitri, sehingga merumahkan pekerja adalah bukan keputusan yang tepat.
Pekerja tetap masuk kerja dengan membuat aneka macam masker cantik, otomatis tidak sekedar masker, justru di tempeli aneka hiasan sehingga terkesan lebih cantik dan menarik.
” Saat itu, belum banyak yang membuat masker dari kain, masker yang dijual apotik juga sudah mulai langka, dan harganya mulai melejit, kami ber inisiatif membuat masker dari kain perca dengan di tempeli aneka hiasan, dan harga yang kami tawarkan juga beragam tergantung bahan dan kesulitan, dari mulai Rp 25.000,- hingga Rp 175.000,- per masker, pasar merespon positif dengan hampir semua produk kami laku.” paparnya.
Meski gerai tetap tutup sesuai dengan anjuran pemerintah, pekerja kami tetap membuat busana, membuat masker, dan tetap berkomunikasi dengan pelanggan, termasuk mendatangi pelanggan.
” Pada pertengahan bulan Ramadhan, malah pihak kami kuwalahan melayani pesanan busana keluarga baik untuk lebaran dan termasuk untuk hajatan, rata rata pelanggan kami tetap ingin tampil trendy saat hari raya dan saat pesta meski dirayakan secara sederhana ,” pungkasnya.











