SURABAYA | bidik.news – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025 kembali menghadirkan rangkaian acara menarik. Salah satunya adalah Fashion Show “Vastra Jiva” yang digelar di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Minggu (14/9/2025).
Acara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) ini menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas desainer tanah air dalam memadukan nilai budaya, syariah dan tren mode modern.
“Vastra Jiva” sendiri bermakna kain kehidupan, yang menggambarkan bagaimana karya busana bukan sekadar estetika, melainkan juga identitas, nilai, serta keberlanjutan. Koleksi busana yang dipamerkan menonjolkan corak etnik nusantara dengan sentuhan modern, sehingga memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.
Gelaran fashion show ini mendapat perhatian pengunjung mal yang antusias menyaksikan model-model membawakan busana karya desainer pilihan. Kehadiran acara ini tidak hanya menjadi hiburan, namun juga mendukung pertumbuhan industri modest fashion di Indonesia, khususnya di Jatim.
Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025 sendiri berlangsung pada 12-14 September 2025 dengan berbagai agenda, mulai dari seminar, pameran produk UMKM halal, hingga kompetisi kreatif. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang digelar secara nasional.
Kepala KPw BI Jatim, Ibrahim mengatakan, dengan adanya FESyar dan acara Fashion Show “Vastra Jiva”, diharapkan ekosistem ekonomi syariah semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. “Kita lihat bagaimana talen muda yang berbakat. Ini menunjukkan bahwa kita bisa menyamai negara lain,” katanya.
Untuk itu, kata Ibrahim,perlu melakukan 3 hal. Pertama, penguatan kualitas, baik dari segi bahan, SDM serta produksinya. Kedua, desainer juga mengikuti perkembangan zaman supaya tetap eksis dan diminati pecinta fashion. Selebihnya adalah marketingnya. Sehingga bisa mengikuti jejak desainer internasional.
“Jadi kualitas, personal serta promosi, tiga hal itu yang harus kita lakukan untuk bisa bersaing dikancah dunia,” pungkas Ibrahim.









