BANYUWANGI | bidik.news – Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) kini hadir di Banyuwangi.
Kehadiran GISLI di Banyuwangi ditandai dengan peresmian dan pelantikan pengurus GISLI Cabang Banyuwangi di Aula Pelabuhan Muncar, Minggu (30/07/2023).
Dalam momentum Petik Laut Banyuwangi 2023, GISLI turut serta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan untuk nelayan Pantai Muncar.
Hal itu menunjukkan perwujudan visi GISLI dalam menjadikan Indonesia poros maritim dunia yang mengutamakan keselamatan.
“Kami dengan bangga memperkenalkan Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI). GISLI diluncurkan di Jakarta pada 25 Mei 2023,” kata Ketua Umum GISLI, Irjen Pol (P) Mudji Waluyo.
Menurut Mudji, GISLI bercita-cita mendukung program pemerintah dalam rangka mewujudkan ekosistem maritim Indonesia yang aman dan berkelanjutan.
Misinya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya keselamatan maritim, dengan harapan mampu menciptakan kerangka pikir dan perilaku yang selalu ingat selamat di wilayah perairan Indonesia.
Dia juga mengungkapkan, GISLI lahir dari serangkaian kegiatan penelitian, presentasi, dan audiensi dengan komunitas nelayan sejak 2018.
“Banyak pihak terlibat, baik di tingkat nasional seperti LEMHANNAS, maupun
internasional seperti World Maritime University di Swedia,” tandasnya.
Pada tahun 2023, lanjut Mudji, GISLI resmi didirikan dan mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
“Sejak pendirian, GISLI telah aktif dalam berbagai inisiatif mempromosikan keselamatan maritim,” beber Mudji.

Pada tanggal 25 Mei 2023, GISLI sukses mengadakan webinar internasional yang membahas isu krusial seputar keselamatan maritim, tata kelola, dan penegakan hukum kapal perikanan nelayan di
Indonesia.
GISLI juga telah melakukan sosialisasi dan membagikan jaket keselamatan kepada nelayan di Desa Besuki, Tulungagung pada tanggal 28 Mei 2023.
“Kami percaya peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang keselamatan maritim dapat meminimalisir risiko dan tantangan yang dihadapi nelayan, serta mendukung keberlanjutan ekonomi biru Indonesia,” ungkapnya.
GISLI berambisi memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia, khususnya komunitas pesisir dan nelayan.
“Untuk itu, mari kita bersama-sama mendukung GISLI dalam upayanya membangun kesadaran dan komitmen masyarakat Indonesia terhadap keselamatan maritim,” pungkas Mudji.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa menambahkan, kehadiran GISLI di Banyuwangi akan berperan dan dampaknya sangat luar biasa.
“Saya harap pengurus GISLI Banyuwangi yang baru dilantik bisa mengangkat nelayan dan UMKM yang ada menjadi lebih baik,” tutur Kapolresta.
Terkait keselamatan nelayan, Kapolresta juga berharap dengan adanya GISLI bisa bergerak signifikan, bekerjasama dengan Unit Polairud Polresta Banyuwangi, untuk melakukan tindakan-tindakan seperti sosialisasi, himbauan, pencegahan, serta bagaimana mengatasi tumpahan minyak.
Dalam acara tersebut, juga dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistyo dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Alief Rahman Kartiono.(nng)











