BANYUWANGI | bidik.news – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mendukung penuh kehadiran Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) di Banyuwangi.
Direktur Jenderal (Dirjen) PDSPKP, Budi Sulistyo mengatakan, kehadiran GISLI sangat bermanfaat bagi para nelayan di Banyuwangi. Melalui sosialisasi dan edukasinya, GISLI akan berkonsentrasi dan peduli terhadap keselamatan nelayan.
Sementara, pihaknya akan melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap keluarga nelayan Banyuwangi khususnya para ibu-ibu (istri nelayan).
“Nelayan ini kan menghasilkan sesuatu atau menangkap, agar aktifitas perekonomiannya naik, maka lakukan sosialisasi bagaimana hasil tangkapan ini diolah,” ujar Budi.
“Karena, ini sudah menjadi tugas kami, mengeduksi ibu-ibu yang menunggu dirumah, agar hasil tangkapan diolah sehingga ada nilai tambah,” imbuhnya.
Budi mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pembimbingan dan pembinaan cara mengolah yang baik, agar memenuhi standart keamanan pangan.
“Kami juga nanti akan melakukan pembinaan untuk usahanya, terkait proses perijinan dan bagaimana nanti setelah produknya muncul, bahkan terkait ilmu manajemen usaha, yaitu bagaimana mendapatkan akses terhadap modal,” ungkapnya.
Selain itu, nanti juga akan digambarkan bagaimana produk itu dikemas, penguatan produk pemasaran.
“Dengan adanya GISLI ini, upaya hasil tangkapan bisa tepat, dan menaikkan kelas para UMKM, sehingga di Banyuwangi ini, kami turun dengan gerai terpadu, semua perijinan kami layani,” jelas Budi.
Peran wanita menjadi penting, karena motor ekonomi keluarga adalah ibu-ibu. Saat bapak-bapaknya menangkap ikan, ibu-ibunya yang membuat nilai tambah.
“Kalau nanti ikannya tidak segera diolah, maka nilainya akan turun,” tandasnya.
Saat ini, lanjut Budi, pihaknya telah melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap keluarga nelayan sebanyak 10-15 persen.
Karena itu, untuk proses percepatan pendampingan, pihaknya harus bekerjasama dengan GISLI, dan Dinas setempat.(nng)











