SURABAYA – Sebagai komitmen Bank Indonesia (BI) dalam memperluas akseptasi pembayaran digital. BI Jatim menggelar kegiatan peresmian Pasar Sehat, Inovatif, Aman Pakai QRIS (SIAP QRIS) di Pasar Kapasan Surabaya, Jumat (12/11/2021). Program Pasar SIAP QRIS adalah inisiasi BI bersama Kementerian Perdagangan sebagai perwujudan implementasi digitalisasi pasar tradisional, khususnya terkait sistem pembayaran.
Pasar Kapasan Surabaya menjadi salah satu pasar dari 46 pasar di Indonesia yang menjadi pilot project dari program Pasar SIAP QRIS. Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Kapasan diresmikan oleh Kepala BI Jatim Budi Hanoto bersama Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Pemimpin Kanwil 06 Bank BNI, Direktur Pengawasan LJKI OJK Jatim, Direktur Administrasi dan Keuangan PD Pasar Surya, dan Perwakilan Paguyuban Pasar Kapasan.
Budi Hanoto bersama stakeholder melakukan uji coba pembayaran Iuran Layanan Pasar (ILP), donasi masjid, pembayaran belanja dan parkir dengan menggunakan QRIS. Dalam kesempatan tersebut, BI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung digitalisasi 12 unit penguat sinyal pada Pasar Kapasan sebagai bagian dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang diharapkan memperlancar transaksi non tunai di Pasar Kapasan.
Budi Hanoto menyampaikan, sosialisasi dan launching implementasi QRIS ini perwujudan ke-bhineka-an dan sinergi karena difasilitasi oleh 4 Bank sekaligus, yaitu Bank Mandiri, Bank Jatim, BNI, dan BCA, dan instansi lainnya dalam mendorong Jatim Bangkit. Transaksi secara non tunai dengan QRIS menjadi salah satu alternatif solusi yang berkelanjutan untuk menjaga akselerasi pemulihan ekonomi.
“BI akan terus berinovasi mendukung ekosistem QRIS seperti model bisnis QRIS on Delivery, QRIS Tanpa Tatap Muka, QRIS Customer Presented Mode, hingga pengembangan ke depan seperti QRIS Tarik Transfer Setor serta Pos Digital Financial Services. Hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi pelaku masyarakat dan UMKM dalam meningkatkan transaksi,” ujar Budi.
Indah Kurnia menambahkan, Jatim adalah kontributor perekonomian terbesar ke-2 setelah DKI Jakarta, untuk itu masyarakat Jatim beserta K/L terkait, memiliki peran besar menciptakan Jatim makmur. Untuk itu, salah satu bentuk upayanya adalah mendorong program nasional non tunai dengan membangun sistem pembayaran yang sehat, inklusif, dan aman dengan memakai QRIS. “Kolaborasi merupakan strategi penting saat ini dalam mengedepankan kelancaran dan kemudahan,” katanya.
Hingga 12 November 2021 tercatat 400 pedagang di Pasar Kapasan telah mengaktifkan QRIS. Pasar SIAP QRIS diharapkan memberikan kemudahan bagi pedagang dan masyarakat di pasar rakyat dalam melakukan pembayaran nirsentuh yang lebih aman, nyaman, dan praktis. Selain itu, merchant juga akan memperoleh kemudahan dalam pencatatan transaksi penjualan, serta membantu membangun credit profile dalam kemudahan akses memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.
Setelah meresmikan Pasar SIAP QRIS di Pasar Kapasan, Kepala BI dan para tamu VIP melanjutkan kegiatan sosialisasi implementasi QRIS kepada pekerja seni dalam kegiatan Pahlawan Jazz di Koarmada II TNI AL Surabaya. Sosialisasi ini upaya mendukung pekerja seni untuk terus berkarya. Kegiatan yang dilakukan di Kormanda II TNI AL Surabaya ini bertemakan “Sosialisasi dan Launching Implementasi Penggunaan QRIS di Koarmada II TNI AL Surabaya”.












