BIDIK NEWS | SURABAYA – Dalam rangka memastikan terkendalinya inflasi Jatim pada kisaran sasaran inflasi sebesar 3,5% ± 1% di 2018, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim dan seluruh TPID 38 Kota/Kab melaksanakan rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID sekaligus Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPID Se Jatim berlangsung di hotel Shangrilla, Kamis (19/4).
Kegiatan yang bertema “Manajemen Tata Niaga Pangan dalam rangka Menjaga Stabilitas Harga Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional” ini dipimpin langsung oleh Soekarwo, Gubernur Jatim selaku Ketua TPID Jatim bersama Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan RI dan Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Jatim.
Difi A. Johansyah mengatakan, berdasarkan pantauan harga saat ini pergerakan harga komoditas strategis di Jatim masih relatif stabil. Selain itu, terdapat diindikasi bahwa untuk komoditas beras terjadi konvergensi harga atau perbedaan harga antar Kab/Kota di Jatim mengecil, yang berdampak pada minimnya risiko volatilitas harga komoditas.
Sementara, Soekarwo dalam paparannya menyampaikan, terdapat 16 Provinsi di luar Jatim menggantungkan pasokan beras dari Jatim. Karena itu, pergerakan harga di Jatim akan berdampak pada harga di daerah lain, sehingga perlu didorong tataniaga komoditas yang lebih efektif dan efisien yang juga bertujuan untuk mengurangi disparitas antar daerah.
Pada kesempatan yang sama, Enggartiasto Lukita juga menyampaikan bahwa Jatim dalam kondisi aman, bahkan surplus untuk beberapa komoditas strategis seperti daging ayam. Salah satu hal yang penting dalam menjaga stabilitas harga adalah manajemen stok yang baik, khususnya untuk komoditas yang volatile dan bersifat seasonal.
Dalam mendukung ketersediaan pasokan di berbagai daerah menjelang Ramadhan dan Lebaran, maka strategi yang dilakukan antara lain, Melakukan pemantauan harga secara berkala, Memantau ketersediaan stok/pasokan di gerai-gerai stabilisasi harga. Menggelar Pasar Murah Ramadhan, Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut secara serempak, untuk 4 komoditas pangan strategis, yaitu beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng, serta Operasi Pasar Situasional apabila terjadi tekanan harga diluar 4 komoditas pangan strategis tersebut.
Operasi Pasar ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis di Jatim, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan tekanan inflasi Jatim tetap terkendali.
Dalam rangkaian kegiatan rapat koordinasi tersebut, dilakukan juga peluncuran Pengiriman Beras oleh Bulog ke luar Jatim oleh Menteri Perdagangan, Gubernur Jatim dan Kepala BI Jatim sebagai bagian dari upaya TPID Jatim untuk memastikan ketersediaan pasokan selama Ramadhan.
Selain itu, juga dilakukan penandatangan Kesepakatan Bersama antara Gubernur Jatim dengan Kadivre Bulog Jatim terkait dengan program Subsidi Ongkos Angkut.
Dengan adanya berbagai program dan strategi yang disepakati oleh TPID Jatim, diharapkan inflasi Jatim menjelang Ramadhan dan Lebaran serta keseluruhan di 2018 dapat terkendali. Serta ketersediaan komoditas pangan strategis masyarakat dapat lebih terjaga.
“arena itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas inflasi di Jatim, yaitu dengan membeli barang secukupnya dan sewajarnya. Karena pasokan pangan Jatim menjelang Lebaran diperkirakan aman,” pungkasnya. (hari)
Teks : (ki-ka) Soekarwo, Enggartiasto Lukita dan Difi A. Johansyah. (Foto : hari)










