SURABAYA – Warga Waterloo di Sydney akan memiliki Metro Woolworths baru tepat di depan pintu setelah raksasa supermarket menandatangani kontrak untuk menjadi penyewa utama di Mastery by Crown Group.
Woolworths adalah jaringan supermarket dan toko grosir Australia yang dimiliki Woolworths Group. Didirikan pada 1924, Woolworths bersama Coles membentuk hampir duopoli supermarket Australia, menguasai 80% pasar Australia.
Crown Group berhasil menjual hampir seluruh dari 27 lot yang tersedia atau setara dengan Rp 400 miliar yang nantinya menjadi pusat kuliner dan ritel baru yang paling menarik di Australia. 3 lot ritel yang tersisa di Gedung C akan dilepas untuk dijual akhir 2021.
Kawasan ritel akan menjadi bagian dari rencana jangka panjang Crown Group untuk mengembangkan portofolio ritel senilai Rp 10 triliun pada pengembangan huniannya di seluruh Dunia. Perusahaan ingin memiliki ruang ritel seluas 29.500 M2 di 9 proyek hunian di Australia pada 2024, senilai Rp 2,84 miliar dan berencana memgembangkannya ke luar negeri.
Mastery by Crown Group adalah pengembangan hunian senilai Rp 5,2 triliun yang akan menjadi pengembangan multi-residential bertema Jepang pertama di Australia. Kawasan ritel seluas 2,177 M2 dengan 27 toko dan gerai makan akan menampilkan pusat kuliner khas Jepang.
Pembangunan hunian akan menampilkan 368 unit apartemen mewah di 5 menara hunian berbeda yang dirancang 3 firma arsitek terkemuka dunia, yakni Kengo Kuma dari Jepang dan Koichi Takada Architects dan Silvester Fuller, perusahaan arsitektur dari Australia.
Mastery by Crown Group juga akan menawarkan fasilitas bergaya resor khas Crown Group termasuk kolam renang tanpa batas di puncak menara, gym, spa dan ruang serba guna.
Crown Group Indonesia Deputy Sales Manager, Linda Riyanti mengatakan, dengan finalisasi kontrak perjanjian sewa jangka panjang dengan Woolworths, menunjukan betapa banyak pelaku usah ritel di Australia memiliki keyakinan yang sangat kuat perihal perbaikan ekonomi di 2021.
“Ini sebuah tingkat kepercayaan yang luar biasa, khususnya untuk pasar ritel dan properti di Australia. Saya yakin keputusan Woolworths bergabung di Mastery by Crown Group telah melalui uji kelayakan internal yang ketat. Pandemi Covid-19 sempat memukul perekonomian Australia, namun kebijakan pemerintah yang tepat dalam menangani pandemi ini sangatlah berperan besar,” katanya, Selasa (23/2/2021).
Terbukti, Australia masuk peringkat 8 dari 98 negara dalam tingkat keberhasilan penanganan pandemi yang dikeluarkan Loewy Institute. Sehingga mampu menumbuhkan tingkat kepercayaan masyarakat Australia khususnya para investor dalam menyambut perbaikan ekonomi di 2021.
“Apalagi dengan program vaksinasi yang sudah dimulai di Australia, diharapkan proses perbaikan ekonomi akan lebih cepat lagi. Melihat potensi yang ada dan fasilitas yang tersedia, saya kira hal yang natural bila kawasan waterloo di Sydney telah menjelma menjadi tujuan investor properti Asia, khususnya Indonesia,” kata Linda.
Kepala ekonom HSBC Paul Bloxham memproyeksikan tahun pertumbuhan yang lebih moderat di 2021, antara 0 – 4% secara nasional, dengan harga hunian diperkirakan naik 2% – 6% di Sydney, 1% – 5% di Melbourne dan 3% – 5% di Brisbane.
“Ini bukti daya tarik pengembangan Mastery by Crown Group yang luar biasa, yang belum pernah ada sebelumnya dan menawarkan gaya hidup yang menarik mengingat desain, lokasi dan campuran ritelnya,” pungkas Linda.








