SURABAYA|BIDIK NEWS – Industri pasar modal sedang bertransformasi dan fokus pada pemanfaatan teknologi. Bahkan, sejak awal tahun berbagai kebijakan, media dan produk baru dengan pendekatan teknologi sudah diluncurkan oleh OJK dan Self-Regulatory Organization/SRO.
Dengan dilaksanakannya Public Exposes (Pubex) Live 2019 ini telah menjadi mekanisme perlindungan baru bagi investor di pasar modal. Karena ini meminimalisasi potensi terjadinya asimetri informasi. Suatu kondisi yang terjadi jika salah satu pihak memiliki informasi lebih banyak atau lebih baik dibandingkan pihak lainnya. Juga meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Demikian paparan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Luthfy Zain Fuady saat video conference dengan media di 30 Kantor Perwakilan BEI, Rabu (28/8/2019).
“Siaran ulang Public Expose Live 2019 dapat disaksikan di akun Youtube BEI (@indonesiastockexchange). Sehingga diharapkan dapat semakin memudahkan investor dalam mengakses informasi dari perusahaan tercatat sebagai referensi dalam pengambilan keputusan investasi,” kata Luthfy.
Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menambahkan, pendekatan baru pemaparan kinerja Perusahaan Tercatat yang mengadopsi teknologi di Public Expose Live 2019 ternyata direspon sangat baik oleh masyarakat.
Data menunjukan, jumlah partisipan mencapai 21.522 peserta. Data BEI juga menunjukkan, lebih dari 60% pengakses online Public Expose Live 2019, merupakan investor dan calon investor usia 18 – 34 tahun dengan 70% media yang digunakan telepon seluler.
“Artinya pendekatan baru ini tepat dan sesuai dengan kondisi pesatnya peningkatan jumlah investor dari segmen generasi milenial,” kata Hasan.
Pubex Live 2019 mencatat berbagai rekor baru. Jumlah partisipan mencapai 21.522 peserta yang terdiri dari 4.570 hadir secara langsung dan 10.690 peserta menyaksikan secara online. Ditambah 6.262 peserta melakukan nobar di Kantor Perwakilan BEI dan Galeri Investasi seluruh Indonesia.
Pubex Live 2019 diakses dari 121 kota dan 28 negara. Laman Pubex Live 2019 pada www.idx.co.id telah diakses sebanyak 30.610 kali, dan sebanyak 4 Perusahaan Tercatat yang melakukan Paparan Publik, untuk pertama kalinya diikuti lebih dari 1.000 peserta.
Dari seluruh rangkaian peringatan 42 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Pubex Live 2019 merupakan kegiatan yang paling luas jangkauannya dan paling banyak melibatkan partisipasi peserta. Tidak hanya dari sisi demand, investor ritel, investor institusi, calon investor, dan media massa. Tapi juga dari sisi supply dari berbagai sektor hadir secara lengkap dan terlibat penuh dalam kegiatan ini.
Hasan menegaskan, pemanfaatan teknologi ini bakal mendongkrak lebih tinggi lagi jumlah investor di pasar modal Indonesia. Target jumlah investor di 2018 sudah sesuai harapan, bahkan tertinggi yakni melampaui 2 juta investor. Dimana 1 juta diantaranya investor saham. Pertumbuhan jumlah investor saham dari tahun sebelumnya naik sebesar 202 ribu.
”Hingga pertengahan tahun ini, jumlah investor pasar modal 1,7 juta atau untuk pertumbuhan investor saham sekitar 150 ribu. Kami yakin di akhir tahun bisa melampaui 2018, terdongkrak dengan adanya pemanfaatan teknologi seperti Public Expose Live 2019,”pungkas Hasan.
Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan BEI Jatim, Dewi Sriana Rihantyasni mengatakan, pemanfaatan teknologi untuk kegiatan Pubex Live sangat membantu para emiten saat pemaparan kinerja. Pada Pubex Live 2019 di Jakarta yang bisa disaksikan secara live melalui webinar, Bank Jatim emiten dari Jatim juga termasuk 42 perusahaan tercatat yang diundang ke Jakarta. Pubex Live 2019 digelar pada 19 – 21 Agustus 2019, kemudian periode ke2 pada 26 hingga penutupan pada hari ini.
”Sebelum Pubex Live 2019, BEI telah menggelar Pubex Marathon dan Investor Summit di Jakarta dan Surabaya. Saat itu, pemaparan kinerja hanya bisa diakses oleh mereka yang datang ke lokasi. Nah, dengan Pubex Live ini, investor di rumah pun bisa melihat langsung dengan menggunakan ponsel pintarnya. Bagi emiten juga sangat menguntungkan karena jumlah peserta jauh lebih banyak,” pungkas Ana, sapaan akrabnya. (hari)










