BANYUWANGI | bidik.news – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas PU Pengairan meluncurkan program pengentasan kemiskinan dengan instrumen program padat karya.
Acara peluncuran program tersebut dirangkai dengan safari ramadan bertajuk ‘Silaturrahmi Bupati Banyuwangi Bersama Masyarakat Tegalsari’, Jum’at (22/4/2024).
“Saat ini, Banyuwangi terus menekan angka kemiskinan yang ada. Meskipun sudah rendah, tapi berbagai intervensi masih harus dilakukan agar rakyat Banyuwangi benar-benar sejahtera,” ujar Bupati Ipuk.
Salah satu upayanya tersebut adalah dengan melakukan intervensi kepada warga miskin yang masuk di database UGD Kemiskinan Banyuwangi. Dari data tersebut, warga pra sejahtera yang masih produktif, akan dilibatkan dalam program padat karya yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi.
“Untuk di PU Pengairan sendiri, kami mentargetkan bisa menyentuh 2.400 orang yang terbagi dalam 80 lokus kerja di seluruh Banyuwangi,” papar Ipuk.
Hal tersebut, imbuh Ipuk, akan diluaskan jangkauannya dengan melibatkan sejumlah instansi lain yang memiliki program padat karya.
“Tidak hanya program pembangunan yang berjalan, tapi juga bisa berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja bagi warga miskin,” harapnya.
Ipuk memaparkan berbagai program pembangunan di Kecamatan Bangorejo. Mulai dari infrastruktur, pertanian, pendidikan hingga kesehatan.
“Tentu saja, masih ada keterbatasan, karena memang tenaga dan kemampuan anggaran pemerintah juga terbatas. Dengan bersilaturahmi ini, kami berharap bisa adanya gotong royong untuk mengatasi keterbatasan yang ada,” paparnya.
Sementara, Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo menambahkan, Embung Dasri ini mempunyai kapasitas sekitar 15 ribu meter kubik yang insyaAllah dapat mengaliri 110 hektar sawah.
Guntur berharap dengan dilaunchingnya program padat karya kemiskinan ini, bisa menurunkan target kemiskinan di Banyuwangi dari tujuh digit menjadi enam digit.
“Sore ini telah diserahkan aset embung Dasri dari masyaralat dan Hippa kepada Bupati, dengan harapan embung Dasri ini selain dimanfaatkan untuk irigas, juga dihibahkan oleh pemda menjadi destinasi wisata,” ucap Guntur.
Selain menggelar buka bersama di Embung Ja’i, rangkaian Safari Ramadan Bupati Ipuk dilanjutkan dengan tarawih berjamaah di Masjid Thoriqul Jannah, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Di sini, ia juga bersilaturahmi dengan keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi dan tokoh masyarakat se Kecamatan Bangorejo.
Ketua LDII Banyuwangi, H. Astro Djunaidi menyambut hangat kedatangan Bupati Ipuk tersebut. Menurutnya, kegiatan safari ini, sebagai wujud ukhuwah (persaudaraan) dalam merajut harmoni di Banyuwangi.
“Dengan terjalinnya silaturahmi ini, bisa meningkatkan ukhuwah. Ini hal penting bagi pembangunan Banyuwangi,” ungkapnya.(nng)











