SURABAYA | bidik.news – PT Pegadaian mencatat program Bank Sampah The Gade Clean and Gold mampu mengumpulkan emas hingga mencapai 5 kilogram atau setara dengan Rp 5 miliar dalam bentuk tabungan emas selama program tersebut berjalan sejak 2018.
“Volume 3.600 ton tahun ini saja (hingga November). Jadi yang memilah sampah jadi emas ini, sampah non-organik yang nanti akan dipilah, ditimbang, dan dinilai. Nilainya tadi itulah yang biasa dalam bentuk uang tapi dalam program ini diwujudkan dalam tabungan emas,” kata Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan Pegadaian, Eka Febriansyah, Jumat (29/12/2023).
Eka menjelaskan, volume sampah yang dikumpulkan melalui bank sampah berasal dari 74 bank sampah binaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ditambah pada Oktober 2023 baru saja terpilih124 bank sampah binaan baru pada program rekrutmen bank sampah The Gade Clean and Gold Movement.
“Provinsi dengan volume sampah terbanyak berasal dari Padang, Sumatera Barat dan sejumlah daerah lain seperti Yogyakarta, Jember hingga Papua,” kata Eka.
Program yang mengimplementasikan environmental, social, and corporate governance tersebut, lanjutnya, tidak hanya bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang sehat. Namun juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sembari mengedukasi pentingnya berinvestasi.
“Pegadaian juga memiliki tugas dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) salah satunya terkait literasi keuangan. Bagaimana agar masyarakat luas tahu tentang investasi yang aman dan yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya investasi dalam bentuk emas ini,” ucapnya.
Selain mendorong lebih banyak cabang Pegadaian untuk terlibat dalam program bank sampah, Eka menuturkan, Pegadaian terbuka bagi berbagai lembaga, organisasi maupun pihak lainnya yang ingin menjadikan program Bank Sampah The Gade Clean and Gold sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sembari menukarnya menjadi tabungan emas.
Pegadaian bahkan juga turut menggelar sejumlah perlombaan bagi bank sampah binaan agar mampu meningkatkan volume sampah dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat. Program Bank Sampah The Gade Clean and Gold telah terbukti mampu menguatkan ekonomi masyarakat.
“Cerita uniknya di Jambi ada nasabah bank sampah yang daftar haji karena hasil mengumpulkan sampah tadi dia ada uang muka dan daftar haji. Ini bisa menjadi inspirasi. Banyak juga yang berlanjut menjadi nasabah kita,” tuturnya.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, Bank Sampah The Gade Clean and Gold sebagai program penerapan ekonomi sirkular yang membawa dampak positif bagi lingkungan.
Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang belum terselesaikan di Tanah Air. Melalui program Pegadaian yang berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah, ditambah mendatangkan keuntungan bagi masyarakat. Seharusnya bisa ditularkan kepada BUMN lainnya.
“Ini bisa jadi sumber pendapatan juga bagi masyarakat meski bukan untuk mendatangkan keuntungan. Tapi satu sisi memberikan pendapatan dan satu sisi menjaga lingkungan juga. Suatu program yang positif saya melihatnya,” katanya.
Agar program Bank Sampah Pegadaian bisa menyentuh lebih banyak kalangan, Nailul menyarankan, Pegadaian melibatkan lebih banyak cabangnya yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan menggandeng sesama BUMN lain seperti PT Pos Indonesia yang juga memiliki cabang hingga ke level desa.
“Selain itu, jenis sampahnya bisa diperluas ke anorganik, karena di Indonesia sendiri belum ada pengelompokan sampah secara menyeluruh, hanya beberapa tempat saja. Sehingga volume sampah (yang terkumpul di bank sampah) bisa ditingkatkan secara signifikan,” tegasnya.











