GRESIK I BIDIK.NEWS – Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan kepercayaan penuh pada pemerintahan Desa untuk mengembangkan potensi Desa agar menjadi Desa maju, mandiri dan tentunya dapat menghasilkan pendapatan Desa dari beberapa usaha yang dapat dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Seperti halnya yang direncanakan oleh pemerintahan Desa Tambak Beras Kecamatan Cerme. Melaui program jangka panjang pengembangan potensi Desa Tambak Beras akan memanfaatkan sekitar 9.000 M2 Tanah Kas Desa (TKD) yang berada dipinggir jalan raya Cerme. Lahan tersebut sangat strategis berada di sepanjang Jalan Nasional.
“Sekitar tahun 2019, kami memiliki program pembangunan jangka panjang dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) yang berlokasi dipinggir jalan raya cerme untuk dijadikan bangunan pasar desa, pasar ikan dan pujasera. Progam ini bagian dari pengembangan potensi Desa jangka panjang,” jelas Kades Tambak Beras Wahyudi pada Kamis (16/02/2023).
Menurutnya, program ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sehingga untuk merealisakan program itu butuh waktu panjang. Akan tetapi, progres pembangunan sudah kami lakukan pada tahun 2019.
“Untuk masuk ke lahan yang akan dijadikan pasar Desa Tambak Beras dan Pujasera itu terkendala dengan saluran air di tepi jalan, sehingga kami awali membangun jembatan (gladak) agar akses masuk ke lokasi bisa dilalui,” ujarnya.
Ditambahkan Wahyudi, pembangunan jembatan itu sudah selesai pada pekerjaan Tahun 2019 memakai anggaran dari Dana Desa (DD) senilai Rp. 42.900.000.
“Sekali lagi saya tekankan bahwa tujuan pembangunan jembatan itu untuk akses masuk ke lokasi yang rencananya akan dibangun pasar Desa, pasar Ikan dan pujasera,” tegasnya.
Pembangunan itu terkendala karena selama tahun 2020 sampai tahun 2022, Indonesia dilanda bencana Covid-19. Dampaknya, Anggaran Desa dipangkas dan dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19. Tidak hanya itu, Desa Tambak Beras juga menjadi langganan banjir tahunan sehingga proses pembangunan juga menjadi kendala.
Akan tetapi pihak pemdes Tambak Beras terus merupaya mewujudkan impian itu. Ketika pembangunan jemabatan rampung lalu dilanjut dengan proses pengurugan lahan.
“Pengurugan lahan sementara hanya sepanjang 40 meter dan lebarnya 26 Meter. Rencananya tahun ini, kami akan mengajukan bantuan untuk pengurugan lahan ke arah selatan,” urainya.
Untuk mewujudkan program ini, Kades Tambak Beras Wahyudi meminta semua pihak, baik pemerintahan kabupaten Gresik, perangkat Desa, masyarakat Desa Tambak Beras ikut mendukung agar program pengembangan Potensi Desa dengan rencana pembangunan pasar Desa, pasar ikan dan pujasera ini bisa terwujud. (him)











