BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Polemik diinternal DPD Partai Golkar Banyuwangi saat ini menjadi topik perbincangan hangat bagi kalangan aktifis, politikus dan elemen masyarakat di Banyuwangi.
Aksi demo yang dilakukan ratusan kader dan simpatisan DPD Partai Golkar Banyuwangi, Senin (05/03) siang, seakan menunjukkan adanya sesuatu yang tidak beres ditubuh internal DPD Partai Golkar Banyuwangi.
Mereka mendesak Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Ruliyono untuk turun dari jabatannya. Hal itu, jika Ismoko dilengserkan dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, dan Sahlan dilengserkan sebagai Sekertaris DPD Partai berlambang pohon beringin itu.
Menyikapi hal itu, Pengamat Politik Banyuwangi, Danu Budiyono menyayangkan jika Politik didefenisikan sebagai tujuan, maka dalam prosesnya terjadi aktivitas transaksional antara sesama politisi di DPRD, maupun antara DPRD dengan kelompok kepentingan, baik di internal parpol itu sendiri maupun lembaga mitra.
Menurutnya, pertukaran kepentingan antara individu tidak jarang memicu benturan dan konflik antar sesama anggota DPRD. Sehingga dalam proses pembuatan keputusan, tidak pernah atau jarang sekali ditemukan kesepakatan yang bulat. Karena masing-masing-masing pihak berorientasi untuk mempertahankan tujuan pribadinya.
“Kalau kita lihat di internal parpol, sang ketualah yang dominan mayoritas. Oleh karena itu, dalam prosesnya tindakan transaksional adalah cara untuk mengatasi benturan tersebut,” ucap Danu.
Ditambahkannya, berkaca pada konflik internal Partai Golkar Banyuwangi, sangat kentara sekali bagaimanay kepentingan pribadi dikedepankan. Bahkan menggunakan hilarki kekuasaannya, untuk menyingkirkan atau memarkirkan kadernya sendiri yang dianggap mengganggu jalannya. Atau yang dianggap kurang loyal, baik jalan menuju Pileg 2019, atau jalan lain. Bukan lg mementingkan kepentingan partai, tapi mengarah ke individu, bahkan mengarah politik transaksional.
“Bukankah suara Golkar suara rakyat,” cetusnya.
Namun, lanjut Danu, itulah politik, itulah bagian dari demokrasi, selalu kepentingan yang dikedepankan. Bukan lagi kedewasaan musyawarah tetapi melebar, bahkan turun ke jalan.
“Semoga masing-masing pihak memahami kedewasaan berpolitik, dan mau duduk bareng dengan tujuan akhir membesarkan partai dan tentu kepentingan rakyatnya (konstituen),” pungkas Danu.(nng)
Teks : Danu Budiyono (kedua dari kanan) bersama paserta aksi demo didepan kantor DPD partai Golkar Banyuwangi











