SURABAYA | bidik.news – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Surabaya melakukan rakor dan sosialisasi bersama warga dan beberapa instansi seperti Pemkot Surabaya, TNI dan Polri guna memperkuat pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di Gardu Induk (GI) 150 kV Kenjeran, yang berperan strategis dalam menyuplai sebagian kebutuhan listrik Pulau Madura.
Dalam forum itu, PLN memaparkan bahwa lebar jalan yang menjadi akses resmi masuk ke GI Kenjeran berdasarkan alas Hak Sertifikat Hak Pakai PLN adalah 8,1 meter. Informasi ini dipertegas oleh hasil pengukuran Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang telah menetapkan penataan batas menggunakan titik koordinat resmi.
Sejumlah masukan disampaikan oleh pemilik lahan di sisi utara. Mereka menyatakan kesediaannya untuk menertibkan para pengontrak lahan serta memundurkan bangunan ke belakang sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi akses jalan.
“Kami siap menertibkan para pengontrak di lahan kami, tetapi akses jalannya masih menjadi kendala utama,” ujar salah satu perwakilan pemilik lahan, Rabu (26/11/2025).
Menanggapi hal itu, PLN menegaskan komitmen meningkatkan pengamanan Obvitnas melalui pembangunan pagar secara bertahap sesuai hasil penataan batas, baik di sisi utara maupun selatan. Pagar ini nantinya menjadi akses utama mobilisasi personel dan peralatan menuju GI Kenjeran.
“Proses pembangunan pagar direncanakan mulai Desember 2025, dimulai dari sisi timur atau area depan GI Kenjeran,” jelas Puput Chandra, Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UPT Surabaya.
Berbagai langkah tindak lanjut disepakati dalam rapat itu, antara lain PLN akan memulai pemasangan patok di sepanjang jalan akses GI Kenjeran pada minggu pertama Desember 2025 sebagai penanda penataan batas. Sementara warga menyatakan kesiapan memundurkan bangunan sejauh 3 meter dari jalan milik PLN sebagai alternatif akses tanpa mengubah status kepemilikan tanah, dengan target penyelesaian maksimal pada minggu ke-3 Februari 2026.
Selanjutnya, seluruh pihak sepakat untuk melaksanakan diskusi lanjutan guna merumuskan langkah pengamanan aset dan penataan akses secara lebih permanen.
Terpisah, Ika Sudarmaja, GM UIT JBM menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara PLN dengan seluruh instansi yang membantu proses pengamanan tersebut. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Pemkot Surabaya, BPN Surabaya, serta TNI dan Polri yang secara kontinyu memberi dukungan atas upaya pengamanan OBVITNAS di Surabaya”, ucap Ika.
PLN UIT JBM berkomitmen menjalankan pengamanan aset dan penguatan keandalan infrastruktur transmisi demi menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat, termasuk wilayah Madura yang dilayani oleh GI Kenjeran.











