JAKARTA | bidik.news – PLN Nusantara Power (PLN NP) subholding pembangkitan PT PLN (Persero) menutup kinerja perusahaan tahun 2023 dengan gemilang.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jumat (28/6), PLN NP berhasil mendorong kinerja investasi PLN NP yang berasal dari co-investment dengan strategic partner yang telah berkembang dalam segi operasional perusahaan, sehingga menyetorkan laba sebesar Rp 2,1 triliun dari total laba PLN Rp 22,07 triliun atau 9,58%.
Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah memaparkan, selain dari segi keuangan yang bertumbuh secara signifikan, PLN NP juga mencatatkan kinerja positif dari penjualan tenaga listrik dan juga kinerja dari perusahaan asosiasi.
“Melalui co-investment menunjukkan bahwa kerja sama PLN NP dengan strategic partner bukan hanya memberi kontribusi operasional namun juga finansial, sehingga PLN NP siap mengembangkan investasi pembangkit baru melalui strategic partnership.” kata Ruly.
PLN NP juga mencatatkan laba Rp13,67 trilun yang juga mencapai 167% dari target perusahaan. “PLN NP menyetorkan laba Rp13,7 triliun kepada PLN selaku holding company. Hal ini menjadi salah satu penanda kinerja perusahaan kami sangat baik,” ujarnya.
PLN NP selalu berupaya menjaga operational excellence kinerja pembangkit yang tercermin dari pencapaian KPI operasi yang baik. Dimana pencapaian EAF Pembangkit Non PLTU Jawa Bali tercapai lebih dari 100%, begitu juga dengan EAF Pembangkit PLTU dan Non PLTU di Luar Jawa Bali yang tercapai melebihi target 100%.
Perusahaan turut mendukung program transformasi PLN Green and Lean dengan implementasi program carbon emission reduction yang tercapai 0,594% atau 110% dari target tahun 2023.
“PLN NP juga berhasil menjadi yang terbaik dalam pengukuran Good Corporate Governance di seluruh PLN Group yang mengindikasikan bahwa dalam menjalankan bisnisnya, PLN NP selalu berpedoman terhadap tata kelola perusahaan yang bersih dan transparan,” tambah Ruly.
PLN NP mendukung program transisi energi baru terbarukan melalui investasi pengembangan pembangkit EBT sesuai RUPTL meliputi PLTS Terapung Cirata, PLTA Batang Toru, PLTB Tanah Laut, PLTS IKN, PLTS Terapung Karangkates, PLTS Terapung Tembesi Batam dan PLTS Dediselisasi dengan dengan total kapasitas pembangkit EBT sebesar 969,9 MW dan BESS 192,39 MWh.
PLN NP juga telah menandatangani 3 kontrak kerja sama luar negeri dengan Timor Leste dan Bangladesh.
Dengan semua capaian yang telah diraih, PLN NP optimis dapat berlari lebih kencang pada tahun 2024 serta melanjutkan capaian gemilang dengan melakukan berbagai upaya mendorong percepatan pertumbuhan bisnis Perusahaan yang berfokus mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060.











