JAKARTA | bidik.news – PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding pembangkitan dari PT PLN (Persero), kembali mencetak sejarah baru. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2024, perusahaan berhasil mencatatkan kontribusi laba asosiasi sebesar Rp 2,35 triliun, rekor tertinggi sejak berdirinya PLN NP sekaligus tertinggi dibanding seluruh anak usaha dan subholding PLN lainnya.
Kontribusi itu menjadi bagian penting dari total laba bersih PLN NP tahun 2024 yang mencapai Rp12,91 triliun atau 129% dari target, sekaligus mewakili 13,23% dari laba konsolidasi PLN yang mencapai Rp 17,76 triliun. Kinerja cemerlang ini didorong oleh laba dari 2 perusahaan asosiasi utama, yaitu PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dan PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB).
Capaian ini mendapat apresiasi dari Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN Hartanto Wibowo.
“Kami mengapresiasi kontribusi PLN NP yang luar biasa terhadap laba konsolidasi PLN, terutama dari sisi laba perusahaan asosiasi yang tahun ini mencapai Rp 2,35 triliun. Ini mencerminkan kekuatan PLN NP dalam membangun kolaborasi strategis melalui joint venture yang berdaya saing tinggi,” kata Hartanto, Kamis (26/6/2025).
Hartanto menyoroti, meski investasi pada perusahaan asosiasi hanya sekitar 5,5% dari total aset PLN NP, namun mampu memberi kontribusi hampir 20% terhadap laba bersih PLN NP. “Ini bukti nyata bahwa daya saing PLN NP dalam menggandeng mitra global menjadi salah satu kunci pertumbuhan berkelanjutan di masa depan,” ucapnya.
Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah menyampaikan, capaian ini hasil kerja keras dan strategi kolaboratif jangka panjang. “Apresiasi yang diberikan menjadi semangat dan cambuk bagi kami untuk terus bekerja lebih keras. Tantangan ke depan sangat nyata, mengeksekusi proyek-proyek dalam RUPTL secara end-to-end. Kuncinya ada pada kolaborasi yang cerdas, inovasi, dan kerja keras yang konsisten,” kata Ruly.
Saat ini, total aset PLN NP mencapai Rp 355,5 triliun, dengan portofolio investasi strategis melalui berbagai joint venture dan IPP (Independent Power Producer). Di antaranya, PLTU Jawa 7 yang menggunakan teknologi Ultra Super Critical dan PLTU Cilacap yang menopang sistem kelistrikan di wilayah selatan Pulau Jawa.
Dengan semangat transformasi dan visi untuk menjadi perusahaan pembangkit energi berkelanjutan yang terkemuka dan terpercaya, PLN NP siap menghadapi tantangan pengembangan sekitar 100 proyek pembangkitan dalam RUPTL 2025–2034 dan terus memperkuat kiprahnya mendukung ketahanan energi nasional.











