PT PLN Jatim tampil sebagai PLN Grup dengan 11 anak perusahaan yang semuanya ambil bagian dalam pameran bertema ‘Kampung Listrik Nusantara’ dengan mengangkat suku adat Dayak. (Foto : Ist)
SURABAYA – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur mewakili PLN Indonesia pada event tahunan IBD Expo 2018 (Indonesia Business Development Expo 2018), yang kali ini digelar di Gand City Surabaya, untuk layanan tambah daya, pasang baru, dan layanan – layanan gangguan lainnya yang nota bene menggunakan Android PLN Mobile.
Di stan PLN, Senior Manager General Affairs PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo Abdullah mengatakan,
ada produk ‘Super Power dari PLN Disjatim. dimana ada 9 layanan, 3 layanan tegangan rendah dan 6 layanan tegangan menengah.
“Target kami dalam dalam expo kali ini, bagaimana PLN dikenal seluruh pelaku bisnis di Indonesia. Karena hampir 100 BUMN dan pelaku bisnis serta dunia usaha lainnya ikut ambil bagian dalam event ini. Mereka bisa mengenal lebih dalam tentang PLN. Apa itu PLN Enjiniring (PLN-E), apa itu PLN ICON ?. Bahwa keduanya merupakan instansi besar bagi PLN yang ke depannya untuk mengembangkan bisnis kelistrikan di Indonesia,” terang Dwi Suryo.
Di IBD Expo 2028, PT PLN (Persero) yang tampil sebagai PLN Grup dengan 11 anak perusahaan yang semuanya ambil bagian dalam pameran bertema ‘Kampung Listrik Nusantara’ dengan mengangkat dan menampilkan suku adat Dayak.
Mengapa suku Dayak ?, PLN ingin menunjukkan kepada masyarakat di segenap pelosok tanah air, utamanya para pelaku bisnis dan dunia usaha lainnya. Bahwa suku Dayak di pedalaman Kalimantan Barat itu sudah menikmati aliran listrik dari PLN.
“Seperti tadi kita saksikan Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, dari Rumah Adat Betang, Desa Sibau Hulu, Kec Putussibau Utara, Kab Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, melaporkan kepada Bapak Menteri Darmin Nasution (Menko Perekonomian RI) di IBD Expo 2018 di Grand City Surabaya, bahwa desanya sudah berlistrik !,” jelas Dwi Surya. (hari)









