Manager Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distjatim, Dwi Suryo Abdullah. (Foto : hari)
PROBOLINGGO – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur (Disjatim) bersama PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) mengajak wartawan pokja PLN Disjatim untuk memantau kinerja Gardu Induk Tegangan Ektra Tinggi (GITET) PLTU Paiton di Kab Probolinggo, Sabtu (22/9).
Kunjungan kerja yang dikemas dalam Press Gathering 2018 ini digelar Sabtu-Minggu (22-23/9) di Probolinggo dan Jember
Tiba di GITET 500 kV Paiton, rombongan wartawan disambut Manager Senior General Affair PLN Unit Induk Disjatim, Dwi Suryo Abdullah dan Manajer Unit Pelaksana Pemeliharaan Gardu Induk Tegangam Ektra Tinggi Paiton, Sidik.
Kepada wartawan, Dwi Suryo menyampaikan, GITET 500 kV Paiton berfungsi untuk menyalurkan energi listrik yang dibangkitkan oleh 8 unit pembangkit yang kesemuanya berbahan bakar batubara dengan berkapasitas total 4800 megawatt (MW) ke dalam sistem interkoneksi Jawa Bali 500 kV dengan total energi 3.400 MW dan kedalam sistem 150 kV dengan total energi 1.500 MW.
“Gardu ini digunakan untuk memasok Gardu Induk 150 kV ke arah Probolinggo – Lumajang dan ke arah Situbondo – Banyuwangi – Bali. Sebesar 3.400 MW energi listrik yang dibangkitkan Pembangkit yang ada di Paiton dialirkan melalui SUTET 500 kV untuk di kirim ke Interbas Transformer (IBT) Grati dan IBT Kediri yang selanjutnya digunakan untuk mengoperasikan Gardu Induk 150 kV,” kata Dwi Suryo.
Mengingat daya yang disalurkan sangat besar, lanjutnya, maka penyaluran energi Iistrik akan eflsien bila menerapkan sistem internoneksi seperti yang diterapkan di Jawa Bali.
“Sehingga pasokan listrik, baik di Paiton, Grati, Gresik, Tanjung Awar-Awar, Pacitan dan beberapa pembangkit yang ada di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta dan Bali terhubung satu dengan yang lain,” pungkas Dwi Suryo yang didampingi Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjatim, Pinto Raharjo. (hari)









