SURABAYA – Menurut Komisi A DPRD Jatim yang membidangi Hukum dan Pemerintahan bahwa Pilkada yang digelar serentak di 19 kota kabupaten di Jatim ada dua daerah yang perlu diwaspadai oleh aparat Kepolisian dan TNI karena ada indikasi kerawanan dalam pelaksanaan pilkada nantinya.
“Dari hasil pemantauan melalui kunjungan ke daerah daerah yang menggelar Pilkada, Jember dan Sumenep perlu peningkatan kewaspadaan dari petugas TNI/Polri, Hansip dan lain nya. Selebihnya relatif aman dan terkendali,” ujar Ketua Komisi A DPRD Jatim Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio, Selasa (8/12).
Menurut Istu pihaknya melihat dari kajian Komisi A, dua daerah tersebut menunjukkan tensi tinggi menjelang pelaksanaan pilkada sampai dengan saat ini.
“Ini potensi yang harus diwaspadai. Jangan sampai pelaksanaan pilkada yang aman dan terkendali harus terkendala. Jangan sampai ada noda dalam pesta demokrasi ini,” ungkapnya.
Mantan Pangdam Bukit Barisan ini memandang Pilkada tahun ini dirasa lebih berat ditengah Pandemi Covid-19. Petugas TPS dan masyarakat diharapkan juga betul betul menjaga diri. Menggunakan masker, mencuci tangan dengan handsanitizer dan menjaga jarak. Khususnya untuk petugas TPS jangan lupa memakai sarung tangan.
Akhir akhir ini , kata Istu , kasus Corona trendnya naik lagi, bahkan ada zona merah. Tapi tingkat penyembuhannya juga tinggi.
Politisi Partai Golkar ini juga mengaku sudah mendatangi KPU dan Bawaslu masing-masing kabupaten/kota. Pihaknya mendapat laporan semuanya sudah siap dan gak ada masalah. Hari ini sudah masuk hari tenang. Sesuai konsep penyelenggara Pemilu, prokes akan lebih diperketat, Satgas Covid juga akan ikut mengawasi.
“Untuk mengurangi kerumunan di TPS akan dilakukan pengaturan sedemikian rupa, misalnya ganjil genap dan jam jam tertentu masuk TPS. Saya kira KPU dan Bawaslu sudah antisipatif,” jelasnya.
Istu juga mengajak masyarakat Jawa Timur yang terkenal dengan keterbukaannya, toleran yang tinggi ikut membantu. Kita harapkan semuanya menjaga diri dengan baik.
“Gunakan hak pilih dengan baik dan jangan sampai golput agar nilai dan kualitas demokrasinya diakui oleh nasional,” pungkasnya. ( rofik)











