SIDOARJO – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Sidoarjo akan menggelar pelatihan vokasi atau pelatihan kerja bagi para pekerja yang mengalami putus kontrak ataupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Serta para pekerja yang aktif bekerja untuk meningkatkan soft skill dari para peserta.
Pelatihan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo yang bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ini bertujuan untuk kesejahteraan bagi para pekerja. Pelatihan-pelatihan ini akan diadakan dikota-kota Indonesia, salah satunya di Kab. Sidoarjo.
Kepala BPJAMSOSTEK Sidoarjo, Ainul Kholid mengatakan, untuk pelatihan di Kab. Sidoarjo, berupa pelatihan desain grafis, administrasi perkantoran, computer akutansi, web programing, kewirausahaan, kader norma ketenagakerjaan, operator forklift, operator overhead crane hingga teknisi k3 listrik.
“Nanti ada dua metode melalui daring dan luring, serta untuk jumlah peserta kita menargetkan 150 orang,” jelas Ainul, Kamis (13/8/2020).
Untuk persyaratan mengikuti program vokasi, lanjut Ainul meliputi, untuk penerima upah aktif, perusahaan harus tertib administrasi serta tidak menunggak iuran, tidak termasuk perusahaan daftar sebagian untuk tenaga kerja dan upah, ikut kepesertaan minimal 3 tahun dan upah minimal UMK serta tenaga kerja masa kepesertaan minimal 24 bulan.
Sedangkan untuk penerima upah non aktif, persyaratannya non aktif minimal 3 bulan dan maksimal 24 bulan sebelum terdaftar vokasi beserta masa iuran minimal 12 bulan berturut-turut dengan upah minimal UMK dan sedang tidak terdaftar aktif menjadi peserta penerima upah BPJS Ketenagakerjaan.
“Para peserta nantinya akan diberikan sertifikat kelulusan, serta memiliki kesempatan kerja lebih besar, karena kami akan membantu menghubungkan dengan perusahaan penyedia lowongan pekerjaan,” ujarnya.
“Kami mengimbau kepada para pekerja aktif maupun yang sudah non aktif atau PHK untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini, dan segera mendaftarkan diri dengan cara mengakses website milik BPJS Ketenagakerjaan,” pesan Ainul.








