SURABAYA | BIDIKNEWS – Untuk ke-11 kalinya, Krista Exhibitions menggelar pameran ‘Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019’ di Grand City Convex Surabaya, mulai Kamis-Minggu (20-23/6/2019). Pameran internasional di bidang industri makanan dan minuman (mamin), bahan baku, teknologi & Layanan seluler dalam bidang pangan dan teknologi pengemasan ini akan diikuti lebih dari 185 peserta, baik dari lokal maupun internasional.
Daud Dharma Salim, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions menjelaskan, pameran kali ini pihaknya menargetkan peningkatan pengunjung mencapai 25 ribu orang. Jumlah itu meningkat dari penyelenggaran tahun lalu yang mencapai 20 ribu orang.
“Jumlah target pengunjung meningkat, karena jumlah peserta pameran juga bertambah 20%. Selain itu juga ada pavilion makanan dan minuman dari Korea Selatan yang memiliki daya tarik tersendiri,” tandas Daud Dharma saat jumpa media, Senin (17/6/2019).
Selain itu, lanjut Daud, pameran ini akan menyajikan berbagai produk 25 UKM dari berbagai kota di Jatim dan Kalimantan Utara. Berbagai produk UKM yang akan ditawarkan merupakan produk unggulan yang tidak kalah kelas dengan produk industri.
“Kami harapkan akan menjadi jalan bagi produk-produk UKM Jatim dan provinsi lainnya di Indonesia agar dikenal di dunia internasional dan mampu menembus pasar global,” ujarnya.
Melalui pameran ini, katanya, juga dapat memperluas wawasan para pengusaha makanan tentang potensi pasar mancanegara untuk produk mereka. Sekaligus membentuk jaringan pemasaran dan mendorong usaha di bidang industri untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berkompeten, sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri .
Terkait penambahan target pengunjung, Daud optimistis respon pengunjung akan meningkat. Mengingat banyak pihak yang dilibatkan dalam pameran ini.
“Antara lain Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Specialty Coffe Association of Indonesia (SCAI), Indonesian Chef Association Badan Pimpinan Daerah Jawa Timur dan Komunitas UKM Berbagi Bersama Berkembang,” jelas Daud.
Selanjutnya ada Asosiasi Chef Indonesia (ICA), Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI). Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Gabungan Pengangkutan Kopi Indonesia (GAEKI/ICEA), Asosiasi Pengusaha Kopi Indonesia (AEKI), Aliansi Pastry Indonesia (IPA), Federasi Pengemasan Indonesia (IPF), Asosiasi Kuliner Profesional (ACP), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta berbagai perusahaan lain.
Sementara Ketua Umum GAPMMI, Adhi S Lukman menambahkan, kinerja industri mamin ditarget tumbuh 9% untuk 2019 ini. “Sementara di 2018 lalu, capaian industri mamin Indonesia di 6,9%. Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Adhi.
Menurutnya, pertumbuhan pasar Mamin, terutama di segmen FMCG (Fast Moving Consumer Good) di wilayah timur mengalami peningkatan positif. “Misalnya si Sulawesi dan Kalimantan tumbuh 3%. Itu untuk segmen FMCG yang peredarannya di ritel modern. Belum mamin yang tidak melalui FMCG,” tambah Adhi.
Sedangkan Ketua Umum AP5I, Budhi Wibowo menuturkan, di 2019 ini, industri menengah dan besar yang dibawah AP5I, juga berkomitmen memperluas pasar lokalnya.
“Selama ini, 99% perusahaan yang menjadi anggota kami pasarnya adalah ekspor. Tahun ini, pasar lokal kami targetkan untuk ditambah, mengingat potensinya yang tidak besar,” pungkas Budhi.
Sementara itu dalam pameran ini juga akan diisi seminar dan demo memasak oleh 20 chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association dan kegiatan terkait kopi dengan SCAI.
Seminar ini akan membahas secara lengkap tentang aspek keamanan pangan yang merupakan aspek utama dan perlu mendapat perhatian sangat serius dalam industri pangan. (hari)











