GRESIK – Wakil Bupati Gresik menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) 60 SMK Swasta dan Negeri se-Kabupaten Gresik dengan 155 Perusahaan Anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Gresik bertempat di Atrium salah satu mall pada, Rabu (25/05).
Hadir dalam acara penandatanganan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Budi Raharjo, Ketua APINDO Gresik Alfan Wahyudin, Ketua KADIN Gresik Choirul Rizal, Perwakilan Perusahaan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kiswanto, Ketua MKKS Gresik H. Hanan serta Kepala Sekolah SMK Swasta dan Negeri se-Kabupaten Gresik.
Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah dalam sambutannya menyampaikan Sinergi Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di Kabupaten Gresik dengan dunia pendidikan sangat luar biasa dimana mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya bersama Bapak Bupati akan Mensupport itu dalam rangka menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Gresik yang akan sejalan selurus dengan penurunan angka kemiskinan.” ungkap Wabup.
Banyak perusahaan yang berinvestasi di Gresik, diharapkan tidak ada sekat lagi antara perusahaan dengan lulusan Sekolah di Gresik dalam dunia industri agar ada timbal balik yang dapat dirasakan manfaatnya antara Perusahaan dan Sekolah serta masyarakat Kabupaten Gresik.
“Dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) ini diharapkan perusahaan bisa memanfaatkan lulusan sekolah yang sudah Kompeten dan mempunyai skill yang mendukung dengan berimbas pada ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.” terangnya.
Ketua APINDO Gresik, Alfan Wahyudin mengatakan tidak semua perusahaan mau ditempati anak magang baik dari SMK atupun SMA dengan alasan tidak disetujui pimpinan dan ada yang alasan sudah kerjasama dengan sekolah lain.
“Ini tidak boleh terjadi lagi di Kabupaten Gresik, Perusahaan harus bisa memanfaatkan lulusan SMK sesuai Spesifikasi atau Sertifikasi yang diperlukan.” ungkap Alfan.
“Nanti akan ada beberapa format spesifikasi dan sertifikasi ini nanti akan di inisiasi oleh ketua KADIN melaui tes dan pelatihan selama 7 hari yang benar-benar disaring akan ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.” ujarnya.
Ketua MKKS SMK Swasta Gresik H. Hanan mengatakan awal kerjasama dengan Kepala Sekolah SMK dengan pihak perusahaan dalam menjaring tenaga kerja lokal dari lulusan SMK dengan spesifikasi kualitas yang dibutuhkan.
Pihak lembaga SMK dalam hal ini ingin ada masukan dan arahan dari pihak dunia usaha dan dunia industri terkait spesifikasi SDM lulusan SMK sesuai kebutuhan dunia usaha di Kabupaten Gresik.
“Kami ingin mengetahui kebutuhan tenaga kerja dari lulusan SMK dengan kualifikasi seperti apa, yang di minta perusahaan,” ujar Hanan Kasek SMK YPI Darusalam 1 Cerme.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Gresik, Kiswanto berharap momen ini disambut sebaik-baiknya setelah MoU ini harus ditindaklanjuti sehingga SMK di Kabupaten Gresik dapat menjadi Pilot Project rujukan SMK lain di Jawa Timur.” tegasnya.
“Baru di Kabupaten Gresik satu-satunya di Jawa Timur yang sudah menerbitkan 100 persen Kurikulum Merdeka. Untuk itu mari bekerjasama berkolaborasi untuk mewujudkan SMK yang siap di dunia usaha dan Industri.” tutupnya.
Ketua KADIN Gresik, Choirul Rizal mengatakan baru kali ini APINDO dan KADIN bertemu dalam acara penandatanganan kerjasama SMK Se Kabupaten Gresik dengan perusahaan anggota APINDO.
Program Dunia usaha dan Dunia Industri di Kabupaten Gresik harus memperhatikan adik-adik kita maka rumah Vokasi ini nantinya sebagai jembatan siswa-siswi SMK dengan Perusahaan.
“Mudah-mudahan Dengan adanya kerja sama itu, anak-anak lulusan SMK nantinya bisa langsung dipakai dan terserap oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri setelah tamat.” tandasnya. (ali)











