SURABAYA l bidik.news – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, menegaskan komitmen serius partainya terhadap pelestarian lingkungan hidup. Halim menyatakan bahwa PKB Jatim kini menerapkan pendekatan “eko-kultural” yang diwujudkan melalui kebijakan nyata, bukan sekadar seremonial belaka.
Dalam keterangannya, Halim menekankan bahwa langkah konkret yang diambil adalah pelarangan penggunaan plastik sekali pakai, khususnya botol kemasan, di lingkungan kantor partai. Menurutnya, kampanye anti-plastik tidak akan bermakna jika perilaku internal partai tidak berubah.
”Pokoknya kita komit. Kita tidak ingin sekadar mengundang teman-teman untuk menyerukan anti-plastik, namun di sisi lain kita sendiri masih menggunakan botol plastik. Itu (kebijakan bebas plastik) kita lakukan bukan hanya dalam bentuk seremonial,” ujar Halim Iskandar usai acara muskerwil PKB Jatim pada Sabtu ( 14/2/2026 ).
Halim memastikan bahwa kebijakan ini telah diimplementasikan secara penuh di kantor DPW PKB Jawa Timur. Ia menegaskan tidak ada lagi penggunaan plastik di markas wilayah tersebut. Langkah selanjutnya, instruksi ini akan diperluas dan diterapkan secara tegas ke struktur di bawahnya, yakni Dewan Pengurus Cabang (DPC) di tingkat kabupaten/kota.
”Di kantor DPW sudah kita implementasikan, tidak ada lagi plastik. Nanti akan kita instruksikan juga pada DPC-DPC,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai arah pergerakan partai, Kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini menampik anggapan bahwa PKB baru-baru ini menjadi konservatif terhadap lingkungan. Ia mengingatkan bahwa Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB sejak lama telah meluncurkan identitas sebagai Green Party (Partai Hijau).
”Sebenarnya sudah sejak dulu DPP meluncurkan Green Party. Cuma sekarang kita lebih intensifkan lagi,” jelas Halim.
Ia juga menyinggung soliditas kader PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar. Menurutnya, keberhasilan PKB dalam membentuk karakter partai yang peduli lingkungan tidak lepas dari gaya kepemimpinan Cak Imin yang humanis.
”Warga PKB itu sangat mencintai Kak Imin, karena memang berhasil membentuk PKB dengan baik, dan selalu seperti saya sampaikan, membentuk dengan cinta,” pungkasnya.
Langkah intensifikasi gerakan bebas plastik ini diharapkan menjadi budaya baru yang melekat pada seluruh kader PKB di Jawa Timur, memperkuat posisi partai sebagai entitas politik yang peduli pada keberlanjutan lingkungan. ( Rofik )











