BIDIK NEWS | SURABAYA – Menjelang bulan Ramadhan, tidur merupakan salah satu kegiatan penting yang berpengaruh pada kesehatan secara umum dan kualitas tidur sangat penting untuk menjaga performa aktivitas harian.
“Karena itu, kami dari Meliá Hotels International bekerjasama dengan aplikasi sleep tracking “Sleep Cycle” merilis Sleep Report Indonesia 2018 yang menunjukan statistik pola tidur masyarakat di Indonesia,” kata Alrievi Prasetyo, Media Relations Indonesia Account, WE Red Bridge, Kamis (10/5).
“Didukung oleh tips dari Dr. Nerina Ramlakhan PhD, Ahli Tidur Resmi Meliá Hotels & Resorts, kami berkomitmen untuk memenuhi setiap aspek kehidupan para tamu dan memberikan kualitas tidur yang optimal sebagai bagian dari gaya hidup yang seimbang, serta membantu kita menjaga performa tubuh menjelang bulan puasa ini,” kata Alrievi.
Kualitas Tidur Indonesia
Berdasarkan data yang diekstrasi dari 975,742 pengguna aplikasi Sleep Cycle selama lebih dari 81,298,155 malam selama 2017, Sleep Report Indonesia 2018 memberikan gambaran akan kebiasaan tidur masyarakat Indonesia.
Mayoritas masyarakat Indonesia memiliki kualitas tidur nyenyak yang rendah, dengan umur 18 – 34 tahun memiliki kualitas tidur terbaik (55.8 m.p.h.), sedangkan umur lebih lanjut memiliki kualitas tidur yang lebih buruk (67.3 m.p.h.). Ditemukan juga bahwa perempuan Indonesia memiliki kualitas tidur yang secara signifikan lebih baik (52.8 m.p.h.) dibandingkan dengan kaum pria (63.6 m.p.h.).
Indonesia juga memiliki waktu tidur yang bervariasi. Masyarakat Kota Denpasar rata – rata beristirahat di pukul 23.40, sedangkan Kota Jakarta tidak beristirahat hingga pukul 00.09. Terdapat pula variasi yang serupa pada perbedaan gender; kaum perempuan rata – rata beristirahat pada pukul 23.51 sedangkan kaum pria baru beristirahat pada pukul 00.00.
Dr Nerina Ramlakhan, Ahli Tidur Resmi Meliá Hotels & Resorts mengungkapkan, bahwa kualitas tidur tidak hanya memberikan penyembuhan fisik, namun juga dapat membantu peremajaan secara mental, emosional, dan psikologis.
“Saat kita mendapatkan kualitas tidur yang baik, inspirasi, semangat, dan rasa bahagia dalam hidup akan muncul kembali. Hal ini akan berdampak pada seluruh aspek, sehingga kita harus menghargai waktu tidur kita.” ujarnya.
Terutama lagi, memasuki bulan puasa ini tentunya tubuh mendapatkan asupan gizi dan cairan yang lebih sedikit dibandingkan biasanya, sehingga tidur berkualitas menjadi semakin penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Agar mendapatkan tidur yang baik dalam waktu yang terbatas, beliau membagikan beberapa tips seperti seperti membuat ‘sleep sanctuary’, melakukan meditasi, dan pentingnya sahur atau sarapan yang seimbang. (hari)










