GRESIK — Seiring peningkatan orang dalam pengawasan dan pasien dalam perawatan di rumah sakit serta klinik milik Muhammadiyah, termasuk juga tenaga pemulasaran yang jumlahnya sangat terbatas. Bahkan ketika petugas medis dalam kondisi trouble serta mendesak, maka harus ada tenaga cadangan yang mengerti dan paham akan pemulasaran bagi pasien, demikian disampaikan Harun Rasidi salah satu pimpinan PDM Gresik, Sabtu ( 4/7)
“Ada beberapa rumah sakit dan klinik atau PKU milik Muhammadiyah yang saat ini pasien selalu bertambah setiap hari, kalau petugas pemulasaran yang jumlahnya sangat terbatas, sementara jumlah meninggal dunia pasien Covid tidak bisa diprediksi namun selalu ada setiap hari, sehingga ketika sangat mendesak, maka harus ada tenaga cadangan yang paham dalam merawat jenasah serta paham SOP pemulasaran pasien Covid,” jelas Harun.
Kegiatan berlangsung di halaman parkir Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) yang berada di Jalan Permata kawasan Perum Bunder Asri Gresik. Diikuti oleh sejumlah relawan dari, MDMC, Kokam dan Pemuda Muhammadiyah dari beberapa wilayah kecamatan se Kabupaten Gresik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberi pelatihan tentang tata cara pengunaan alat pelindung diri (APD) yang benar. Terutama saat mereka bertugas melaksanakan pemulasaran jenazah Covid-19.
Sementara, Fatchur Rahman dari Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik menambahkan bahwa para peserta yang ingin menjadi relawan pemulasaran jenazah Covid-19. dituntut memenuhi standard dan ketentuan yang ditetapkan.
“Relawan pemulasaran jenazah Covid-19 ini, harus orang yang berbadan sehat jasmani dan rohani. bisa melakukan proteksi diri dalam hal menjaga kesehatannya. Sebab, tugas yang akan diembannya resiko penularannya sangat tinggi,” ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Fatur pihaknya telah melakukan antisipasi dengan melakukan koordinasi dengan Komite Muhammadiyah Covid Center (MCC) terkait Pencegahan Pengendalian Infeksi.
“MCC akan terus memantau kondisi relawan pemulasaran jenazah Covid-19, sehingga bisa dilakukan penanganan dan pencegahan dini terhadap bahaya tertular. Salah satunya dengan melakukan rapid tes atau cek kesehatan berkala untuk menunjang tugas mereka,” tandasnya.
Islahudin satu satu peserta menyatakan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut. Karena, tergerak hati dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi dan meluas.
“Niat dari hati yang tulus dan melihat kondisi banyak masyarakat yang terkena Covid-19 di Kabupaten Gresik khususnya yang membuat saya tergerak untuk bergabung dan mengikuti kegiatan ini. Demi, bisa menolong orang yang membutuhkan tenaga saya,” ucapnya.
Terkait perasaan akan tertulsr penyakit, dirinya tidak khawatir dan takut tertular Covid-19, dirinya mengakui tetap memiliki rasa takut. Namun, karena niat dan tekad yang tulus rasa takut itu sedikit terabaikan.
“Kalau takut tetap ada, tetapi dengan menjalankan aturan protokol kesehatan Covid-19. Insy Allah saya akan dilindungi oleh Allah SWT, karena niat tulus ini,” pungkasnya.












