JEMBER – Deklarasi Sekolah Ramah Anak Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Jember yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 November 2020 di Pendopo Wahyawibawagraha dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.
Hadir sama dalam kegiatan tersebut Kapolres Jember, Dandim 0824/Jember Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak dan Keluarga Berencana (DP3AKP) Kabupaten Jember, Ketua PKK serta tamu undangan lainya.
Kegiatan yang digelar secara Vidcon ini turut diikuti oleh Sekolah Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Jember di Kantor Kecamatan serta di lembaga masing-masing. Memperhatikan betapa pentingnya deklarasi ini, masyarakat juga bisa mengikuti kegitan melalui Chanel YouTube.
Diawali dengan aksi pembacaan puisi oleh TK Al Amien Jember yang diikuti laporan kegiatan oleh Kepala DP3AKP Jember, Drs. Farouq, M.Si., acara dilanjutkan dengan deklarasi sekolah ramah anak taman kanak-kanak se-Kabupaten Jember.
Usai kegiatan deklarasi dengan prosesi penandatanganan deklarasi yang dilakukan oleh Pemkab Jember dalam hal ini Plt. Bupati, Polres Jember, Kodim 0824/Jember serta Dinas terkait.
Menginjak acara puncak yaitu sambutan dari Plt. Bupati Drs. KH. Abdul Muqit Arief, dalam sambutanya, Kyai Muqit menyampaikan bahwa kegiatan deklarasi ini sangat penting dalam rangka menyiapkan generasi kedepanya.
“Dalam masa pandemi ini kita mengalami Lost generation (generasi yang hilang) yang pastinya kondisi ini akan sangat berpengaruh kepada anak-anak didik kita,” tuturnya.
Anak-anak itu lebih suka belajar sambil bermain, bahkan ada kita lihat anak anak yang tumbuh dewasa masih bermain permainan anak-anak seakan membenarkan kata-kata bahwa masa kecil anak ini tidak bahagia.
“Jadi, begitu pentingnya memahami betul jiwa anak kalau kita sebagai seorang pendidik,” tegasnya.
Terima kasih atas inisiasinya membuat kegiatan deklarasi sekolah ramah anak ini, salah satu ciri sekolah ramah anak itu adalah inklusi. Di sekolah itu ada berbagai suku bangsa.
“Contoh nyata dan bukti nyata itu lebih efesien daripada teriak-teriak,” tegasnya.
Puisi yang dibacakan oleh anak-anak kita dari Al Amien yang menyebut “jangan hancurkan Indonesia, hancurkan saya” ini sangat menyentuh sekali.
Lingkungan itu sangat mempengaruhi kepada perkembangan anak kedepanya, oleh karnanya “semoga generasi kita ini menjadi generasi yang bisa dibanggakan oleh semua pihak,” pungkasnya. (Monas)











