BIDIK NEWS | SURABAYA — Rayakan 2 tahun, GO-LIFE Surabaya berkomitmen membawa
kehidupan yang lebih baik kepada para mitra, sekaligus pengguna layanan GO-LIFE di Surabaya. GO-LIFE, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi bagian dari GO-JEK menyediakan berbagai layanan, mulai dari pijat profesional GO-MASSAGE, layanan kebersihan GO-CLEAN, layanan solusi
otomotif GO-AUTO dan layanan kecantikan GO-GLAM yang beroperasi di 24 di kota di Indonesia sejak 2015 untuk melayani konsumen Jatim sejak 2016.
Surabaya salah satu kota fokus utama telah berkembang pesat dengan total jumlah pemesanan bulanan meningkat lebih dari 250 persen dibanding Juli 2016.
Salah satu misi GO-LIFE adalah membawa dampak sosial di masyarakat. Tak hanya menyediakan solusi bagi kebutuhan gaya hidup, namun turut membawa perubahan dan penghidupan yang lebih baik di masyarakat, salah satunya menciptakan lapangan pekerjaan.
Keberhasilan GO-LIFE Surabaya turut didukung para mitra terpercaya dan terlatih yang menjadi tulang punggung dari layanan yang kami berikan, dimana perayaan hari ini kami dedikasikan kepada para mitra yang telah bergabung bersama kami.” ujar Binsar Edigius Siallagan, Operation Supervisor Surabaya, Kamis (19/7).
Melalui GO-LIFE, ada banyak kesempatan para pekerja sektor informal, seperti terapis pijat, beautician, cleaner serta montir untuk mendapatkan akses yang mudah ke pelanggan. Sistem kemitraan yang
adil membuat para mitra profesional GO-LIFE mendapat penghasilan lebih baik dan
meningkatkan kualitas hidup keluarganya, serta menawarkan waktu kerja yang fleksibel.
Tahun ini, GO-LIFE Surabaya merayakan hampir 2 kali lipat kenaikan dalam penerimaan mitra untuk mendukung potensi market yang luas. Kisah Inspiratif Mitra GO-LIFE
merayakan 2 tahun GO-LIFE Surabaya, para mitra diundang untuk berbagi cerita inspiratif.
Salah satunya Erlin Yoanita (17), pelajar asal Surabaya dan mitra GO-CLEAN. Bagi Erlin, pendidikan penting, karena bisa merubah dunia dimana Dia bercita-cita melanjutkan pendidikan di luar negeri dan menerapkan ilmunya di tanah air.
“Sebelumnya saya sebagai pegawai toko di Mall, dimana pekerjaan itu membuat saya tidak memiliki waktu untuk belajar. Akhirnya saya memutuskan menjadi mitra GO-CLEAN, dimana waktu belajar tidak terganggu. Bahkan dapat menambah tabungan dan juga meningkatkan kemampuan public speaking dan sikap profesional menghadapi berbagai macam pelanggan.” ujar Erlin yang mendapatkan beasiswa kuliah di James Cook University of Singapore.
Cerita yang sama dialami Wahyudiansyah, mitra GO-AUTO. Sebagai tulang punggung keluarga, Wahyudiansyah bertekad memberikan penghidupan yang lebih baik walaupun kondisi kesehatan menjadi halangan.
Berhenti dari pekerjaan serabutan, Wahyudiansyah kemudian bergabung ke mitra GO-AUTO dan bebas bekerja sesuai kemampuan dan kapasitas. Sehingga perekonomian keluarga yang sempat terpuruk kian membaik.
Sementara konsep yang diusung GO-LIFE tergolong hal yang baru, sehingga banyak yang enggan pada awalnya. Seperti GO-MASSAGE, masih banyak yang berpendapat bahwa ini adalah tempat prostitusi online.
“Saya bergabung 2 tahun dan bersyukur, GO-MASSAGE tidak hanya bisa membantu biaya anak untuk kuliah, namun juga memberikan kehidupan yang lebih baik bagi saya dan keluarga,” imbuh Mariyatul Kiptiyah, pelatih senam sekaligus mitra GO-MASSAGE.
Para mitra GO-LIFE telah melewati proses seleksi dan pelatihan tambahan sebelum akhirnya menjadi mitra profesional GO-LIFE.
Para pengguna di Surabaya dan sekitar dapat menikmati total 19 jenis layanan bervariasi dari GO-MASSAGE dengan layanan pijat serta reflexology, GO-GLAM layanan manicure-pedicure, blow out, creambath serta hair-cut. GO-AUTO untuk cuci mobil dan motor, serta waxing dan GO-CLEAN untuk layanan kebersihan rumah.
“Kami berharap akan ada lebih banyak kisah inspiratif dari mitra-mitra Surabaya. Semoga GO-LIFE akan terus berkembang dan dapat membawa lebih banyak lagi layanan baru kepada para pengguna di Surabaya. Sekaligus mengajak lebih banyak mitra untuk bergabung dengan kami.” tutup Dayu Dara, Head of GO-LIFE. (hari)








