SUMATRA UTARA | BIDIK NEWS – Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo, keindahan alam Danau Toba dapat menarik hati siapapun yang datang ke sana. Demi mendorong kecepatan pembangunan dan meninjau progres ekosistem pariwisata, kunjungan kerja selalu dilakukan Menteri Pariwisata, Arief Yahya setelah diadakan Rapat Terbatas Presiden terkait Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Kunjungan kali ini, Arief Yahya didampingi Darwin Siagian Bupati Toba Samosir; Don Kardono Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Dadang R. Ratman Deputi bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Hiramsyah S. Thaib, Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Arie Prasetyo Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Guntur Sakti Karo Komunikasi Publik, Anwari Masatip Direktur Poltekpar Medan dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tobasa, dan jajaran pejabat lainnya.
Pada hari kedua, Arief Yahya Menteri bersama rombongan melakukan menandatangani Prasasti Peresmian Pusat Souvenir Batikta, tempat oleh-oleh pertama di Toba Samosir. Tempat ini menjual cenderamata khas Sumatra Utara, seperti kopi dan juga kain ulos.
Arief Yahya sangat mengapresiasi anak muda yang berani dan kembali membangun kampung halamannya melalui pariwisata, seperti yang dilakukan Trisna Pardede, pemilik Batikta.
“Saya berharap Batikta mampu menjadi wadah awal bagi perkembangan ekonomi kreatif di Balige dan Danau Toba. Dan mampu merangkul dan menampung hasil pengrajin lainnya. Dengan adanya toko oleh-oleh asli Batak di Tanah Batak yang area pariwisatanya, menjadi prioritas Pemerintah setempat turut mendukung program dari Menteri Pariwisata,” katanya, Jumat (17/2019).
Kegiatan berikutnya, rombongan bertolak ke wilayah pembangunan Hotel Labersa, hotel berbintang 4 pertama di Balige, Toba Samosir. Kunjungan ini dalam rangka peninjauan progres pembangunan yang saat ini sudah mencapai 80%, dimana diproyeksikan soft opening di 2019.
Arief Yahya sangat berharap bisa hadir kembali pada saat pembangunan telah selesai dan akan melakukan peresmian Hotel Labersa bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan, yang diharapkan dapat dilakukan pada September 2019.
Sedangkan Hiramsyah S. Thaib menambahkan, pembangunan yang sangat cepat ini akan mampu menampung wisatawan yang sudah terbukti sangat melonjak di Bandara Silangit yang tumbuh signifikan pada 2016-2017 mencapai 300%, dari 90 ribu tumbuh menjadi 280 ribu penumpang.
Sementara dari sisi Akses, infrastruktur bandara Silangit sudah siap menjadi bandara internasional. Jumlah wisatawan mancanegara dari 10 negara pasar utama mengalami kenaikan 6,17%, dari 183.045 pada 2017 menjadi 194.337 kunjungan di 2018.
“Pembangunan ekosistem Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas, yang dilakukan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, tentu mendapat dukungan penuh. Apalagi dari hasil Rapat Terbatas, kita mendapatkan Rp 1,6 triliun untuk 2020. Hal itu sangat membantu pembangunan tentunya,” tambahnya.
Menurutnya, target 1 juta wisatawan itu sangat mungkin dapat tercapai bila seluruh pembangunan ini didukung dengan pola kolaborasi diantara pemangku kepentingan (pentahelix) demi membangun dan mengembangkan destinasi Danau Toba sebagai destinasi yang berstandar internasional. (hari)









