SIDOARJO-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo Cabang Taman terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan.
Meskipun diakui masih banyak pelanggan yang nunggak pembayaran. Walau begitu tetap terus dilakukan penagihan. Namun jika sudah didatangi berkali -kali dan tidak ada iktikad baik dari pelanggan, maka dilakukan teguran sampai pemutusan meter air.
Akibatnya, banyak pelanggan yang meteran airnya diputus. “Hal ini dilakukan setelah peringatan teguran surat tidak ada respon, langkah terakhir ya dilakukan pemutusan setalah dua bulan nunggak bayar,” ujar Drajat Tjahjono yang baru sebulan menjabat sabagai Kacab PDAM Taman ini, Selasa, (3/3/2020), dalam suatu kesempatan.
Dikemukakan, untuk itu dirinya saat ini fokus pada penagihan, terutama kepada pelanggan yang telat bayar. Dan memberikan pelayanan kembali pasang baru atau sambungan rumah (SRl) bagi pelanggan pasca pemutusan meter airnya.
Menurut Drajat, saat ini di cabang Taman mempunyai pelanggan sebanyak 29.501 SR. Sedangkan total tagihan pembayaran jika tidak ada tunggakan mencapai sekitar Rp 4 miliar per bulan.
“Namun jumlah pelanggan yang membayar masih mencapai 84 persen. Sisanya dilakukan penagihan dari rumah ke rumah,” ujar mantan Kacab Krian ini.
Sedangkan jumlah pelanggan yang diputus, kata Drajat sebanyak 75 pelanggan. Dan yang pasang kembali (pasca pemutusan) sebanyak 50 pelanggan.
“Rata-rata pelanggan rumah tangga yang tinggal di perumahan dan orang sibuk,” paparnya.
Untuk mencapai tagihan seratus persen, lanjutnya, pihaknya pro aktif melakukan penagihan.
“Kami berupaya menertibkan tagihan pelanggan yang telat bayar dan melayani buka baru lagi setelah diputus,” terangnya sambil menambahkan bahwa, jumlah tingkat kebocoran air (TKA) di cabang Taman masih relatif tinggi, yakni sekitar 29,35 persen.











