JAKARTA – Pasca aksi demo buruh diseluruh Indonesia menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, yang berujung terjadinya kerusuhan dimana-mana.
Dampak dari aksi tersebut menimbulkan situasi suhu politik menjadi memanas.
Pasalnya pasca terjadinya kerusuhan, terjadi saling tuding dimasyarakat mengenai siapa “dalang” dari kerusuhan tersebut.
Bahkan mantan Presiden SBY pun terkena getahnya, karena dituding ikut mendalangi aksi kerusuhan tersebut. Namun yang pasti, Selain itu kelompok KAMI pun dituding ikut mendalangi aksi tersebut, hal ini dengan ditandai ditangkapnya beberapa pentolan KAMI diberbagai daerah.
Namun dari semua tudingan itu, yang menarik adalah pernyataan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dengan lantang menuding, bahwa ada pihak asing yang ikut mendalangi aksi kerusuhan tersebut.
“Saya ingin beri peringatan, hoax ini, memang ada yang ingin membikin kekacauan dan saya punya keyakinan, ini berasal dari luar negeri. Ada kekuatan asing dari negara tertentu yang tidak suka Indonesia aman dan maju,” kata Prabowo saat wawancara dalam video milik Partai Gerindra, Senin (12/10/2020) malam.
Memanasnya suhu politik pasca aksi demo buruh ini , dibenarkan Pegiat anti korupsi dan Praktisi hukum Unair Surabaya ,I Wayan Titip Sulaksana SH yang mengatakan, bahwa pasca demo buruh yang mengakibatkan kerusuhan ini, memang membuat suhu politik didalam negeri semakin memanas,” Memang situasi politik semakin memanas saat ini, usai buruh melakukan aksi demo besar-besaran ,” ujarnya saat dihubungi melalui telephon sulelernya, Minggu (17/10/2020),
Masih kata I Wayan ,” Seharusnya kelompok oposisi dari non lembaga pemerintah itu harusnya diakomodir, karena tidak ada demokrasi itu tanpa kelompok oposisi,” tandasnya. Untuk itu, Kata I Wayan Tatip ,” Seharusnya para kelompk oposisi itu dilindungi, sesuai tujuan dibentuknya negara ini, negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah, ” tandasnya. ,(Imron)











