BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Penyelenggaraan Oseng Travel Mart (OTM) di Kabupaten Banyuwangi menyisakan kekecewaan sejumlah panitia lokal.
Hal itu di ungkapkan Sigit dan Feny disela-sela perhelatan event Oseng Travel Mart, Rabu (21/02).
Menurut Sigit saat di konfirmasi menuturkan, kekecewaan panitia lokal karena tidak open managemen oleh panitia pusat. Dan keberadaan panitia lokal hanya untuk formalitas.
“Kami jelas kecewa karena panitia pusat tidak open management dan keberadaan panitia lokal terkesan hanya di buat formalitas saja, sedangkan niat kita untuk memajukan pariwisata Banyuwangi, namun dengan ini apa yang di dapatkan rakyat Banyuwangi, sedangkan sekelas Masker saja beli di luar Banyuwangi, dan untuk pajak apakah terbayarkan karena legalitas Even tersebut pun patut di pertanyakan,” ungkap Sigit.
Dia juga menambahkan bahwa Event OTM hanya terkesan sebagai ajang bisnis.
“Event ini kesannya hanya untuk bisnis,” imbuhnya, yang di amini Feny yang sempat mendapat pengusiran saat menghadiri pagelaran event OTM di hotel Ketapang indah.
Sementara, menurut Sukir selaku pengelola Bangsring Under Water juga menyayangkan sistem kerja panitia OTM.
“Saya menyayangkan sistem kerja Panitia OTM, yang mana kesannya tidak tertata bahkan untuk menuju ke lokasi Bangsring Under Water aja sampai kebablasan, apa tidak di dampingi panitia lokal, jika memang ada panitia lokal,” ungkap Sukir.
Bahkan sukir juga menjelaskan, terkait administrasi di lokasi yang di kelolanya juga masih belum terbayar.
“Sampai sore ini (21/02) untuk administrasi tempat saya masih belum terbayarkan,” jelasnya.
Sedangkan menurut Titus Roehman, selaku Wakil Ketua panitia menyampaikan, tujuan di selenggarakan OTM ini untuk mengenalkan dan memajukan destinasi wisata yang ada di Banyuwangi.
“Tujuan kita untuk mengenalkan dan memajukan destinasi wisata yang ada di Banyuwangi karena Buyer Buyer kita ini tidak hanya dari jawa timur saja namun ada yang dari luar negeri dan luar Jawa,” jelas Titus.
Di singgung terkait cuitannya di medsos yang mengatakan ada penggorokan, Titus menampik bahwa itu bukan akunnya dan terkait administrasi sudah terselesaikan semua.
“Itu bukan akun saya, saya tidak pernah menulis seperti itu, dan kalau masalah administrasi itu sudah terselesaikan semua, untuk yang di Bangsring Under Water kami tidak berhubungan dengan yang namanya sukirno,” tandasnya.
Bahkan ketika di singgung terkait legalitas, Titus dengan tegas menjawab bahwa ijinnya adalah ijin pribadi event organiser.
“Ijin yang kita pakai ijin event organiser dan itu sudah ada,” tegasnya.
Di ketahui, event OTM ini di selenggarakan di Banyuwangi mulai tanggal 20 dan berakhir hingga tanggal 22 februari 2018 yang mana event tersebut memfasilitasi antara Buyer dan Seller untuk bertransaksi wisata yang ada di Banyuwangi.(swr/nng)
Teks : Sigit (kiri) dan Sukir (kanan). (foto:ist)






