BIDIK NEWS | SURABAYA – Aksi kejahatan dengan modus berpura – pura sebagai petugas PLN terjadi di Jalan Lidah wetan gang III Lakarsantri.Pelaku berhasil membawa kabur uang senilai Rp 21 juta dan sejumlah emas yang nilainya mencapai Rp 14 juta.
Berdasar informasi yang dihimpun peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/2) pagi sekitar pukul 11.30 Wib. Korbannya, yaitu seorang nenek berusia 70 tahun bernama Rohmah.
Ceritanya, korban saat itu sedang tidur. Ia dirumah tersebut dalam keadaan sendirian. Tak berselang lama, ada orang yang mengetuk pintu rumahnya. Nenek Rohmah lantas terbangun. Dia kemudian bergegas membuka pintu rumahnya.
“Saya langsung diajak salaman. Katanya mau ngecek listrik nak. Ngakunya dari petugas PLN,” ujar Rohmah kepada wartawan dirumahnya, Kamis (8/2) sore.
Tanpa rasa curiga, Rohmah mempersilahkan masuk pelaku untuk mengecek listriknya. PLN gadungan tersebut lantas meminta Rohmah untuk masuk menyaksikan pengecekan listrik disetiap kamarnya.
Pada saat pintu kamar terbuka, pelaku kemudian menyuruh korban untuk mendatangani sebuah surat, namun di ruang belakang atau dapur. Dari situlah, pelaku lainnya segera beraksi. Sedang pelaku yang menyuruh tanda tangan terus sibuk mengajak ngobrol korban.
Beberapa menit kemudian, pelaku segera pamit. Pelaku lantas mengatakan kepada Rohmah jika pengecekan listrik tersebut tidak memerlukan biaya. Korban lalu kembali menutup pintunya, kemudian masuk ke kamar cucunya, yakni Mujiatun untuk membersihkan tempat tidur.
Nah, pas membersihkan tempat tidur itulah, Rohmah melihat pintu lemari di kamar cucunya dalam keadaan terbuka dan terlihat acak-acakan. Rohmah lalu mencoba untuk merapikan. Seperti baju, tas, dan lain sebagainya.
Searah kemudian, ia dikejutkan dengan hilangnya emas milik cucunya yang disimpan di dalam tas. “Saya buka tas cucu saya. Saya cek. Karena sebelumnya saya dikasih tau jika emasnya di simpan di dalam tas. Pas saya buka, saya rapikan, emasnya nggak ada,” cerita Rohmah.
Mengetahui itu, Rohmah segera menelepon Mujiatun, cucunya, yang saat itu sedang bekerja. Dia memberitahu jika emasnya yang ada di dalam tas warna cokelat miliknya telah hilang. Sontak, mendengar itu Mujiatun segera ijin dan langsung pulang.
Sesampainya dirumah, Mujiatun langsung mengecek barang-barangnya yang disimpan di dalam tas. Dan betapa terkejutnya, sejumlah emas senilai Rp 10 Juta dan uang Rp 21 juta yang ada di dalam tas warna cokelat itu telah raib.
“Uang dan emas itu rencananya buat umroh mas. Rencananya besok saya tabungin di Bank. Tapi sekarang jadinya kok seperti ini. Salah saya apa? Ya Allah…,” tutur Mujiatun sembari menangis.
Selanjutnya, dia dibantu tetangganya, yakni Kamijan, untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lakarsantri Surabaya.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Dwi Heri Sukiswanto melalui Kanitreskrim Ipda Hadi Ismianto saat dikonfirmasi membenarkan telah mendapat laporan pencurian tersebut.
“Benar, tadi kami sudah menerima laporan pencurian itu. Saat ini kami masih menggali keterangan dari korban maupun saksi-saksi yang mungkin melihat kejadian tersebut. Kami juga akan cari petunjuk di lokasi kejadian, seperti sidik jari,” katanya, Kamis (8/2) petang.
Sementara saat ditanya terkait ciri-ciri pelaku dan dilakukan berapa orang, Hadi belum bisa membeberkan hal itu. “Kami masih lakukan penyelidikan. Mereka ini pemain lama atau baru, itu yang masih kami dalami. Dugaan sementara pelakunya dua orang,” pungkasnya.(Riz)
Teks : Korban menunjukan uang yang disimpan didalam lemari pakaian yang hilang dicuri petugas PLN gadungan. (foto:ist)











