SURABAYA – Belum genap satu bulan diawal tahun 2021, berbagai berita duka menyelimuti bangsa Indonesia, karena musibah datang silih berganti dibumi Indonesia ini.
Apakah musibah ini akan berkepanjangan terus, “Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui “.
Tepatnya tanggal 9 Januari tahun 2021 terjadi musibah pertama, yaitu jatuhnya pesawat milik Sriwijaya Air SJ 182 diperairan kepulauan Seribu. Diperkirakan musibah jatuhnya pesawat jenis Boeng tipe 737-500, karena terjadi “Lost Contack” sehingga kehilangan kendali.
Pesawat jurusan Pontianak – Jakarta ini berpenumpang 62 orang yang terdiri penumpang dan kru pesawat, yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian. Namun dari hasil pencarian Basarnas dan tim gabungan SAR dari berbagai kesatuan, sudah menemukan puing-puing pesawat dan beberapa jasad korban yang sudah dalam keadaan tidak utuh. Diperkiran hampir semua penumpang yang ada dalam pesawat tidak ada yang ditemukan dalam keadaan hidup.
Hingga saat ini, Tim SAR dari berbagai unsur kesatuan masih berupaya mencari, salah satunya upaya mencari “Kotak hitam” atau “Black Box”, karena dengan ditemukannya “Kotak hitam” tersebut akan dapat diketahui sebab musabab jatuhnya pesawat .
Tak berselang kemudian, kembali terjadi musibah alam yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2021, berupa gempa di Sulawesi Barat. Gempa yang terjadi dua hari berturut-turut dikabupaten Mamuju dan Majane menelan 82 korban jiwa dan 932 dalam kondisi luka-luka, selain itu sejumlah warga harus mengungsi dibarak-barak yang telah dipersiapkan oleh pemerintah, karena tempat tinggalnya hancur luluh ditelan gempa.
Masih dibulan yang sama tragedi Sriwijaya terjadi, di Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang terjadi longsor sekitar pukul 16.45 WIB dan longsor susulan sekitar pukul 19.30 WIB.
Hingga Kamis (14/1), Tim SAR gabungan secara total menemukan 24 korban meninggal dalam bencana itu dan 16 orang masih dalam pencarian.
Bencana lainnya juga menerjang Kalimantan Selatan. Pada Rabu (12/1), terjadi banjir di berbagai lokasi di Kalsel mencapai ketinggian 3 meter akibat tingginya curah hujan. Belum kunjung surut, banjir dilaporkan masih menggenangi rumah warga pada Sabtu (16/1).
Serta pada hari yang sama, Sabtu (16/1), Gunung Semeru di wilayah Kab. Lumajang dan Kab. Malang, Jawa Timur kembali meletus sore pukul 17.24 WIB.(Imron)










