GRESIK|BIDIK – SMA Muhammadiyah 4 Sedayu dalsm memulai tahun ajaran baru, dimulai dengan perkenalan srkolah, guru, tata tertib, bahkan juga wawasan kebangsaan terhadap siswa yang baru, seperti terlihat Selasa siang (1/8)
8 kelas telah berkumpul di aula selepas solat Duhur , sekutar 240 siswa siswi baru dengan tekun menyimak paparan dari TNI dari Koramil Sedayu, materi yang di sampaikan mulai sejarah merebut kemerdekaan, para tokoh muda mulai bersatu untuk Indonesia merdeka, perang mempertahankan kemerdekasn, bahkan proxi war.
” Perang kemerdekaan itu terbanyak di munculkan oleh ulama, ada Pangeran Diponegoro, ada Imam Bonjol, ada Cut Nyak Din, pada persiapan Kemerdekaan Indonesia juga mayoritas tokoh nya muslim, tetapi mereka sudah sepakat dengan runah besar berupa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasar Pancasila, jadi kalau saat ini ada pribadi atau sekelompok orang yang ingin mengubah dasar negara Pancasila dengan ediologi yang lain, ini berarti menentang kehendak para ulama yang ingin ber negara dalam NKRI, sebagai pelajar, kita mesti belajar dan tahu sejarah, dan jangan sampai suasana damai dalam Bhineka Tunggal Ika akan tercabik gara gara sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, Apa kalau negara sedang perang para pelajar bisa belajar dengan nyaman ?”, papar Kapten Saiful di depan 240 siswa, dan serentak siswa menjawab tidak ingin terjadi perang, (ali)



