SURABAYA | bidik.news – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi sebesar 0,04% (month-to-month/mtm) pada Juli 2024, yang salah satunya dipengaruhi momentum tahun ajaran baru.
“Pergantian tahun ajaran baru menjadi sebuah momen bagi penyelenggara jasa pendidikan untuk menyesuaikan tarif-tarif pendidikan yang harus dibayarkan oleh wali murid,” kata Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli di Surabaya, Kamis (1/8/2024).
Sedangkan inflasi year on year (y-on-y) di Jawa Timur pada Juli 2024 sebesar 2,13% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,41.
Zulkipli menyampaikan, inflasi tertinggi sebesar 3,45% terjadi di Sumenep dengan IHK sebesar 108,80, dan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 1,53% dengan IHK sebesar 105,66.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” ujarnya.
Baca Juga: BPS: Inflasi Mei 2024 Jatim, Kab. Bojonegoro Tertinggi 3,44%
Disebutkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,62%, kelompok pakaian dan alas kaki 1,62%, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,45%.
Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,95%, kelompok kesehatan 1,96%, kelompok transportasi 1,38%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,19%.
Selanjutnya, kelompok pendidikan 1,97%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,94% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,57%.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, kata Zulkipli, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,44%.











