SURABAYA | bidik.news – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan gedung baru SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Sabtu (7/2/2026).
Perguruan Muhammadiyah Wiyung yang dibangun secara mandiri oleh pihak sekolah bersama masyarakat ini diharapkan memperkuat sarana pembelajaran yang representatif sehingga siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan penuh semangat meraih cita-cita.
Abdul Mu’ti mengapresiasi partisipasi Pemkot Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, serta kepala sekolah dan masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan gedung 2 lantai yang menjadi bagian dari rencana pengembangan hingga 5 lantai.
“Keberadaan fasilitas pendidikan yang baik akan membantu sekolah menjadi “rumah kedua” bagi anak-anak, tempat mereka membangun rasa percaya diri, berinteraksi sosial, serta mengembangkan kemampuan intelektual dan spiritual,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan sosial dan spiritual bagi anak-anak oleh guru, orang tua, dan masyarakat. Hal itu dinilai sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman serta mencegah terjadinya peristiwa negatif terhadap peserta didik.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mengambil langkah sesuai kewenangan, termasuk penyaluran bantuan pendidikan dan dukungan sosial kepada keluarga yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Mationo, MA., menyampaikan, peresmian gedung menjadi momen yang telah lama dinantikan. Gedung sekolah dirancang hingga 5 lantai dengan luas sekitar 2.500 meter persegi. Saat ini, lantai 1 dan 2 telah siap digunakan, sementara lantai 3 – 5 masih dalam tahap penyelesaian.
“Pembangunan dilakukan tanpa mengandalkan dana pemerintah, melainkan melalui dukungan komite sekolah, masyarakat, serta kerja sama pembiayaan dengan perbankan yang direkomendasikan Persyarikatan Muhammadiyah. Bantuan pendidikan yang diterima sekolah juga diprioritaskan untuk penyelesaian fasilitas gedung,” tegasnya.
Sementara, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung Surabaya, H. Suri Marzuki, S.E.,
menambahkan, proses pembangunan gedung telah berjalan sekitar 8 tahun sejak 2018 hingga 2026. Dari total 5 lantai yang direncanakan, 3 lantai telah selesai, sementara 2 lantai lainnya masih membutuhkan penyelesaian pendanaan.
“Ke depan, gedung ini diproyeksikan mampu menampung lebih banyak siswa dengan rata-rata enam ruang kelas per lantai. Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media, dapat membantu kelancaran pembangunan hingga tuntas sehingga sekolah semakin berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Surabaya,” tegasnya.










