BANYUWANGI | BIDIK – Dua tahun lagi, tepatnya 2019, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) I akan merampungkan pembangunan menara “Java Bali Crossing” atau sambungan listrik 500 kV yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Rencananya, kedua pulau akan tersambung melalui dua menara setinggi 376 meter, yang juga menjadi menara tertinggi di dunia, mengalahkan ketinggian menara Eiffel di Paris, Prancis (324 meter).
Ukuran ketinggian menara yang akan dibangun juga di atas rata-rata ketinggian kapal yang melintas di kawasan setempat, sehingga aman. Karena jalur yang dilintasi menara merupakan jalur padat dilintasi kapal.
Hal tersebut dijelaskan Manajer Unit Proyek Jaringan II JBTB I, Indra Yoga Suharto saat menerima kunjungan wartawan pokja PLN Disjatim di Banyuwangi, Jumat (22/9/2017).
“Menara tegangan tinggi ini, nantinya juga bisa menjadi ikon wisata baru di dua wilayah yakni Banyuwangi dan Bali,” ucap Yoga.
Saat ini lanjut Yoga, proses perencanaan pembangunan sudah final, ditambah perizinan yang juga sudah memasuki tahap akhir.
Seperti izin dari Kementerian Kehutanan untuk permohonan izin pinjam pakai dan izin kolaborasi untuk pembangunan SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing S 24/Menhut-IV/2012 16 Januari 2012.
Kemudian, izin Kementerian Lingkungan Hidup terkait lingkungan kegiatan pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Antosari dan SUTT 150 kV Antosari-Kapal di Jatim dan Bali Oleh PT PLN (Persero) UIP JJB No.: 121 11 April 2013.
Selanjutkan, izin Kemenhub dan Dirjen Perhubungan Laut terkait pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Jawa Bali melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV (Jawa Bali Crossing) melintasi perairan Selat Bali BX-28/KL303 27 Januari 2017.
Berikutnya, izin Kemenhub, Ditjen Perhubungan Laut, Adpel Tanjung Wangi Rekomendasi Tehnis Pembangunan Transmisi (SUTET) 500 kV Jawa Bali Crossing GM.770/01/02/AD.TG.WI-11 21 Februari 2011.
Lalu, izin Pemkab Banyuwangi Dishubkominfo Rekomendasi KKOP Tower SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing 551/2274/429.107/2011 26 Agustus 2011.
“Ditambah beberapa izin lainnya, seperti dari Gubernur Jatim Soekarwo terkait Penetapan Lokasi Pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Watudodol Wilayah Kab Banyuwangi Prov Jatim 188/284/KPTS/013/2017 22 Mei 2017,” katanya.
Dengan tersambung dua menara, lanjut Yoga, akan menambah pasokan daya listrik sekitar 2.800 MW, mendukung visi misi bersih dan hijau wilayah Bali serta mengurai bauran energi batu bara.
Namun Yoga mengaku rencana tersebut kini masih menemui sejumlah kendala, salah satunya penolakan dan keberatan dari Pemda Buleleng, Bali. “Alasannya masalah alam dan keberadaan tempat ibadah di Bali, ditambah penolakan dari beberapa pemangku kebijakan wilayah itu. Kami akan komunikasikan dengan pemda setempat, agar target 2019 terpasang dan tersambung bisa tercapai,” pungkasnya optimis. (hari)








