• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home INSPIRASI RAMADHAN

Masih Bekerja di Sekolah Non Muslim Meski Sudah Mualaf

Ida by Ida
7 years ago
in INSPIRASI RAMADHAN
Reading Time: 3 mins read
0
Gerdha Ester Nathalia setelah mualaf sudah beradaptasi dengan hijab sebagaimana muslimah. (foto: ist)

Gerdha Ester Nathalia setelah mualaf sudah beradaptasi dengan hijab sebagaimana muslimah. (foto: ist)

0
SHARES
64
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BATU | BIDIK.NEWS – Gerdha Esther Natalia perempuan kelahiran
Batu, 24 Desember 1994 silam adalah tokoh mualaf inspiratif kali ini. Menasbihkan diri sebagai pada 2015 lalu, tidak semata-mata kisahnya mulusĺĺ dalam menentukan keyakinan keimanannya, terlebih Gerdha terlahir dari keluarga Kristen yang taat.

Alasan mengapa perempuan cantik itu memutuskan pindah agama sebenarnya merupakan sebuah proses panjang, sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Bermula dari mengikuti ibadah umum di gereja, ia terus saja mempertanyakan kebenaran Tuhan dalam hatinya.

“Saat saya duduk di bangku kelas 4 SD, ketika mengikuti ibadah umum di Gereja. Saat itu yang tersirat dalam pikiran saya jika Yesus adalah Tuhan, alu siapakah Allah? Apakah derajat Yesus sama dengan Allah? Karena menurut org Kristen, Yesus = Allah. Sedangkan saya tdk bisa menerima argumen ini,” jelas Gerdha kepada bidik.news

Seiring berjalannya waktu keraguan dibenak Gerdha semakin menguat, ia melanjutkan
“Alkitab menjelaskan bahwa Yesus datang ke dunia hanyalah sbg utusan, BapaNya yang ada di Surga jauh lebih besar dariNya. Bahkan hukum utama yg ada di Alkitab juga tertulis Tuhan itu Esa. Lalu mengapa umat Nasrani mengimani tentang Allah Trinitas,” imbuhnya.

Ketika Gerdha mulai melontarkan pertanyaan tentang Allah Trinitas ke beberapa orang yang seiman denga  dia saat itu jawabannya sama. Cukup dengan mengimani saja bahwa Yesus adalah Tuhan. Bagi mereka Tuhan menciptakan manusia dengan pikiran yg terbatas, tidak semua hal dapat manusia pecahkan dengan akal dan logika saja.

“Jadi kuncinya hanya mengimani, Singkat cerita saya menemukan surat di Al Quran ( Al Ikhlas) bagi saya pribadi ini adalah jawaban atas segala keraguan saya selama ini. Lambat laun kerinduan saya untuk pergi beribadah juga semakin hilang. Sampai suatu ketika saya berdoa pada Tuhan. Saya mohon petunjuk tentang kerinduan saya untuk masuk Islam,” jelasnya.
Lanjut Gerdha, “Nyatanya saat itu saya bermimpi sedang dikerumuni banyak org memakai baju putih dan kopyah putih. Mereka berdiri membentuk lingkaran, dan saya ada d tengah2nya. Mereka serentak mendoakan saya dengan bahasa Arab,” tegas perempuan asli Kota Batu ini.

Gerdha mulai belajar tentang Islam secara serius kepada salah satu guru agama Islam di SMK PGRI 3 Malang tempat ia sekolah dulu, meski prosesnya tidak seketika itu juga dia masuk Islam. Gerdha masih terus mencoba untuk belajar dan memahami sedikit demi sedikit ttg Islam.

“Beliau, guru agama saya itu sempat memberi pertanyaan kontradiktif kepada saya, tujuannya untuk melihat niat saya hanya sesaat atau benar dari panggilan iman, hingga saya minta beliau untuk mengikrarkan keislaman sayadi SMK PGRI 3 Malang,” paparnya.

Penolakan keras keluarga jelas terjadi, dengan pemahaman agama Kristen yang tinggi membuat langkah Gerdha mendapatkan pertentangan seluruh keluarganya. Bahkan karena tetap bersih keras untuk tetap pada pilihannya, Ibunya menyuruh Gerdha untuk keluar dari rumah.

“Saya turuti pergi dari rumah, awalnya guru agama saya menawari untuk tinggal di Pondok Pesantren, cuma saya belum siap. Jadi saya tinggal di tempat kos teman saya selama beberapa bulan. Saya kembali saat orang tua perlahan bisa menyetujui keyakinan saya,” urainya.

Bukan hanya keluarga, banyak teman teman yg menjauhinya karena kecewa dengan keputusan yang ia ambil. “Ya mungkin hanya segelintir saja yang masih mau berteman dengan saya. Tapi banyak pula teman teman saya yg memang beragama muslim menguatkan dan memberi suport yg sangat besar untuk saya,” kenangnya.

“Karena memang dasarnya keluarga sendiri memang belum bisa menerima keputusan saya secara ikhlas, ketika saya ingin sholat dan pergi keluar menggunakan hijab saya harus bersembunyi. Begitu juga di lingkungan kerja di salah satu SD Kristen  juga banyak terjadi pertentangan, saya hampir di pecat setelah mengetahui saya mualaf,, tapi Alhamdulillah saat ini saya masih bisa bekerja disana” paparnya.

Ramadan tahun 2019 ini adalah tahun ini ke empat Gerdha merasakan ibadah puasa. Tidak lagi seperti tahun-tahun awal ia mualaf, saat ini seluruh keluarga sudah bisa menerima keputusan besarnya.

“Perasaan saya campur aduk, antara bahagia, sedih, terharu semua jadi satu. Bahagia karena Allah masih memberi saya kesempatan mendapatkan hidayahNya sehingga saya bisa benar2 merasakan bagaimana ramadan itu. Sedihnya karena ketika puasa saya harus bisa sabar untuk menyiapkan segala sesuatunya sendiri tanpa ada dukungan dari keluarga saat itu,” Gerdha mengenang sambil menahan air mata.

“Tapi saya bersyukur karena Allah memberi jalan pada saya, keluarga sudah bisa ikhlas dan menerima keputusan saya, saat puasa mereka juga mau menghormati saya, menyiapkan makanan dan menemani saya untuk sahur,” pungkasnya. (Doi)

Related Posts:

  • islami
    Perjalanan Spiritual Diana Dalam Keluarga Multi Agama
  • PhotoGridLite_1557400935317_crop_680x400
    Dengar Adzan Berkumandang, Hati Tergerak dan Masuk Islam
  • hati
    8 Hal Yang Membuat Hati Ini Mati
  • IMG-20190518-WA0030
    Jumat Barokah Ala Ormas GMDM Kota Surabaya 
  • rama
    Ramadhan Sebagai Sarana Muhasabah
  • images
    Syarat Tidak Berpuasa Saat Bepergian Jauh
Previous Post

MD Pictures Raih Laba Bersih Rp 109,1 Miliar

Next Post

Istri Polisi di ‘Tipu’ Polisi Lapor Propam , Begini Ceritanya ?

Ida

Ida

RelatedPosts

PDIP Jatim Rayakan HUT ke-53 dengan Laporan Kinerja ke Masyarakat
POLITIK

PDIP Jatim Rayakan HUT ke-53 dengan Laporan Kinerja ke Masyarakat

by Rofik hardian
12/01/2026
0

SURABAYA l bidik.news - Ulang tahun ke- 53 PDI Perjuangan (PDIP) pada 10 Januari 2026, tak cuma dirayakan dengan seremoni...

Read moreDetails
Libur Akhir Pekan, Polisi Magetan Intensifkan Patroli Wisata di Sarangan

Polisi Ngawi Laksanakan Pengamanan Pengajian di Mantingan

11/01/2026
Libur Akhir Pekan, Polisi Magetan Intensifkan Patroli Wisata di Sarangan

Libur Akhir Pekan, Polisi Magetan Intensifkan Patroli Wisata di Sarangan

11/01/2026

Tangis Haru Selimuti Pelepasan Kombes Pol Rama Samtama Putra dari Polresta Banyuwangi

11/01/2026

Synchroma Fest 2026 Fikom Unitomo: Panggung Pembuktian Mahasiswa Siap Bersaing di Dunia Profesional

10/01/2026

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Tegaskan Komitmen Partai Semakin Solid dan Dekat dengan Rakyat di Usia 53 Tahun

10/01/2026
Next Post
Istri Polisi di ‘Tipu’ Polisi Lapor Propam , Begini Ceritanya ?

Istri Polisi di 'Tipu' Polisi Lapor Propam , Begini Ceritanya ?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

PDIP Jatim Rayakan HUT ke-53 dengan Laporan Kinerja ke Masyarakat

PDIP Jatim Rayakan HUT ke-53 dengan Laporan Kinerja ke Masyarakat

12/01/2026
Libur Akhir Pekan, Polisi Magetan Intensifkan Patroli Wisata di Sarangan

Polisi Ngawi Laksanakan Pengamanan Pengajian di Mantingan

11/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.